Kuatnya getaran gempa terasa hingga di Kota Balikpapan, sehingga berdampak terhadap produksi kilang Pertamina RU V. Termasuk Apartemen Amarillis yang merupakan hunian pekerja Pertamina.
General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novi Handoyo Anto mengatakan, Pertamina rutin melaksanakan simulasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
“Emergency Drill ini rutin kami lakukan untuk semakin siaga. Kondisi apapun ketika ada masalah, bisa kami atasi. Tentunya hal tersebut hanya bisa tertangani jika kita terus berlatih,” kata Anto, Kamis (9/10/2025).
Ia juga menyampaikan hasil evaluasi dari Emergency Drill. Menurut Anto, simulasi kali ini lebih baik dari sebelumnya.
“Memang ada yang sedikit terkejut karena beberapa skenario kami buat spontan. Salah satunya pembentukan Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) sementara,” ungkapnya.
Adapun skenario dari Emergency Drill Level 2 pada tahun ini adalah terjadinya gempa berkekuatan magnitudo 6,5. Gempa tersebut berdampak terhadap produksi Kilang RU V Balikpapan.
“Sehingga harus turun kapasitas produksi untuk pengamanan,” terangnya.
Tidak hanya itu, kuatnya getaran gempa juga membuat laboratorium milik Pertamina terbakar. Bahkan dua pekerja Pertamina menjadi korban.
Pekerja tersebut kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB). Namun harus dirujuk ke Rumah Sakit Pertamina Pusat di Jakarta karena kondisi cedera parah.
Sedangkan di Aparteman Amarillis terdapat dua orang yang cedera berupa patah tulang dan cedera ringan. Keduanya mendapat perawatan olah tim medis RSPB.
“Dalam simulasi tadi, kami juga membantu warga sekitar yang ikut terdampak gempa,” pungkasnya.
Editor: Erwin