Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, menjelaskan nilai ekspor Agustus 2025 tercatat sebesar USD1,828 miliar, meningkat 7,42 persen dibanding Juli 2025.
Peningkatan ini didorong oleh naiknya ekspor nonmigas yang mencapai USD1,654 miliar, atau naik 8,60 persen, sementara ekspor migas justru turun 2,61 persen menjadi USD174,72 juta.
“Peningkatan ekspor pada Agustus berasal dari kelompok barang bahan bakar mineral, yang naik USD163,93 juta atau sekitar 14,74 persen dibanding bulan sebelumnya. Ini menunjukkan perbaikan pada komoditas unggulan Kaltim yang didorong oleh permintaan pasar luar negeri,” ungkapnya, Selasa (7/10/2025).
Namun demikian, secara kumulatif periode Januari-Agustus 2025, nilai ekspor Kaltim masih melemah dibanding tahun lalu. Total ekspor tercatat USD13,56 miliar, turun 16,43 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.
Menurut Yusniar, penurunan tersebut lebih dipengaruhi oleh fluktuasi harga global dan penurunan permintaan dari beberapa negara tujuan utama.
“Secara tahunan memang masih tertekan, tetapi tren bulanan menunjukkan pemulihan bertahap yang cukup menjanjikan,” ujarnya.
Berdasarkan negara tujuan, Tiongkok masih menjadi mitra dagang terbesar dengan nilai ekspor USD3,89 miliar atau 31,77 persen dari total ekspor Kaltim. Disusul India sebesar USD2,04 miliar (16,70 persen) dan Filipina USD1,09 miliar (8,93 persen).
Adapun dari struktur komoditas, sektor hasil tambang masih mendominasi dengan kontribusi 69,20 persen, kemudian hasil industri pengolahan sebesar 21,01 persen, dan migas sebesar 9,69 persen.
Tiga pelabuhan utama yang menjadi jalur ekspor terbesar di Kaltim pada Agustus 2025 adalah Pelabuhan Balikpapan (USD501,98 juta), Pelabuhan Samarinda (USD339,66 juta), dan Pelabuhan Bonthan Bay (USD308,63 juta).
Ditambahkannya, meski ekspor tambang masih menjadi tulang punggung, penguatan sektor industri pengolahan mulai terlihat dari tren pertumbuhan bulan ke bulan.
“Kita berharap momentum perbaikan ekspor ini bisa terus berlanjut hingga akhir tahun, terutama jika diversifikasi produk nonmigas makin berkembang,” tutupnya.
Editor: Erwin