Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, menjelaskan total pengguna Pintu Earn yang berpartisipasi naik 45 persen dan diikuti kenaikan total deposit sebesar 2.564 persen hingga Agustus 2025.
“Untuk itu, kami memperpanjang program dengan token pilihan seperti ADA, KSM, dan token lain khusus pengguna PINTU yang staking aset crypto PTU level 1 sampai 8,” ujar Iskandar dalam rilisnya, Senin (29/9/2205).
Flexi Earn sendiri merupakan fitur di Pintu Earn yang memungkinkan pengguna menyimpan aset crypto sekaligus memperoleh imbal hasil. Keuntungan terakumulasi setiap jam dan dapat dipantau langsung di riwayat pembayaran. Pengguna juga bisa menarik hasil setiap 12 jam.
Saat ini terdapat belasan aset crypto yang tersedia, mulai dari Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Tether (USDT), hingga token lain dengan imbal hasil bervariasi dari 0,1 persen hingga 25 persen.
Iskandar berharap kehadiran Flexi Earn dan program Super Rate Up 25 persen mampu meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap investasi aset crypto.
“Kami berharap program ini tidak hanya mendorong minat trading, tapi juga menjadikan aset crypto sebagai alternatif menabung,” jelasnya.
Hasil survei berjudul Crypto Survey 2025 oleh Strategy& (PwC) yang melibatkan lebih dari 2.500 partisipan dari AS, Jerman, Turki, Saudi Arabia, dan UEA, menunjukkan 50 persen investor memilih strategi buy & hold, 37 persen trading harian, dan 31 persen saving plan. Data itu mengungkapkan satu dari tiga investor global memilih menyimpan aset crypto untuk jangka panjang.
“Aplikasi PINTU hadir untuk menjadi pintu masuk masyarakat Indonesia dalam berinvestasi aset crypto. Kami menyediakan produk lengkap untuk investor pemula hingga trader pro. Namun, kami selalu mengingatkan agar calon investor melakukan riset mandiri, tidak FOMO, serta menyiapkan dana khusus untuk investasi,” tutup Iskandar. (*)
Editor: Erwin