Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi menerangkan bahwa QRIS Jelajah Indonesia 2025 menjadi pelaksanaan kedua. "Kalau tahun lalu hadir dengan tajuk QRIS Jelajah Nusantara Indonesia," kata Robi Ariadi.
Sebanyak 30 konten kreator mengikuti ajang tersebut. Mereka terbagi dalam 10 tim yang masing-masing beranggotakan tiga orang. "Sejak kemarin, peserta sudah menjalankan berbagai misi seperti edukasi rupiah di Pasar Pandansari," lanjutnya.
Selain itu, para konten kreator juga memperkenalkan QRIS Cross Border di Pasar Inpres Kebun Sayur. Kemudian belajar membatik dan pembayaran menggunakan QRIS di Batik Shaho. "BI ingin memperluas penggunaan QRIS sekaligus mengenalkan budaya lokal," jelas Robi lagi.
QRIS Jelajah Indonesia tahun ini berlangsung serentak untuk 46 kantor perwakilan BI seluruh Indonesia. Targetnya ekosistem transaksi nontunai semakin inklusif. "Untuk wilayah kerja KPw BI Balikpapan, kami ditargetkan 30,11 juta transaksi dan 24.265 merchant QRIS baru," sebutnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan, Idham Mustari menerangkan pentingnya digitalisasi dalam transaksi.
"Karena dapat mendukung UMKM, transportasi, hingga sektor pariwisata," kata Idham.
Bahkan ia mengungkapkan pembayaran pajak melalui QRIS mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hampir 60 persen pembayaran pajak daerah, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menggunakan QRIS.
"Ini memudahkan masyarakat lebih patuh dan tepat waktu dalam membayar pajak," imbuhnya.
Sebagai tambahan informasi, Tim Lima yang terdiri dari Afifah Khairunnisa, Normaulida Hidayah, dan Muslimah Putri W, berhasil meraih predikat tim favorit dengan perolehan 2.300 voting. (*)