Kehadiran para awak media dari media daring, cetak, dan televisi disambut langsung oleh Manajer Pengeboran Zona 10 Subholding Upstream Pertamina, Ted S. Pelawi, dan Asisten Manajer Operasi Pengeboran 2, Bidner Sianturi. Dengan antusias, keduanya memandu para jurnalis dan menjelaskan secara runtut proses pengeboran sumur migas untuk mencapai operasi yang selamat, aman, dan berkelanjutan. Rombongan mengunjungi menara pengeboran Asian Endeavour 1 (AE-1).
Selama kunjungan ke fasilitas produksi, para awak media mengenakan alat pelindung diri (APD) sebagaimana yang digunakan para pekerja migas sebagai bagian dari kelengkapan keselamatan kerja.
“Media merupakan salah satu pemangku kepentingan perusahaan yang berperan penting dalam mengedukasi masyarakat mengenai industri hulu migas. Harapannya, masyarakat dapat mendukung keberlangsungan operasi dan investasi migas, sehingga berkontribusi pada peningkatan cadangan dan produksi nasional sesuai Asta Cita pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi,” ujar Ted S. Pelawi saat membuka sesi diskusi.
Lebih lanjut, Ted memaparkan spesifikasi rig AE-1 dan tantangan bekerja di industri yang memiliki risiko tinggi.
“Seluruh tim pengeboran PHKT dan mitra kerja senantiasa memberikan yang terbaik dalam menangani sumur-sumur menantang secara lintasan pengeboran, guna memastikan target tercapai di bawah permukaan bumi (subsurface). Keselamatan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan operasi dan bisnis,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan berbagai tahapan pengeboran, fungsi utama rig, serta peran teknologi dan disiplin kerja dalam menjaga keselamatan serta keandalan operasi.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Penajam Paser Utara (PPU), Erwin yang turut hadir dalam program ini, mengaku antusias dan memberikan apresiasi kepada PHKT atas kegiatan tersebut.
Kunjungan ini, katanya, memberikan pengalaman berharga karena langsung menyaksikan aktivitas industri hulu migas dari jantung fasilitas produksi.
“Konsep kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami mendapat kesempatan langka untuk merasakan secara langsung tantangan bekerja sebagai pejuang energi di wilayah lepas pantai, dengan standar keselamatan yang tinggi dan prosedur kerja yang ketat,” bebernya.
Di kesempatan terpisah, General Manager Zona 10 PHKT, Yoseph Agung Prihartono, menjelaskan bahwa kegiatan pengeboran bertujuan menambah cadangan migas sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan produksi dan ketahanan energi nasional.
“Kami berharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan agar kegiatan pengeboran ini berjalan lancar,” ujarnya.
Yoseph menambahkan, kegiatan pengeboran merupakan proses kompleks dan fasilitas produksi yang digunakan termasuk objek vital nasional yang perlu dijaga bersama.
“Kami berharap rekan-rekan jurnalis turut mengedukasi masyarakat secara luas mengenai pentingnya industri hulu migas,” imbuhnya.
Manajer Komunikasi, Hubungan Masyarakat, dan CID PT Pertamina Hulu Indonesia, Dony Indrawan, menjelaskan bahwa program media gathering ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan pemahaman publik tentang kegiatan hulu migas.
“Kami meyakini media massa sebagai pemangku kepentingan sekaligus saluran komunikasi kepada masyarakat luas. Semakin baik pemahaman jurnalis, semakin akurat pula informasi yang diterima masyarakat,” jelas Dony.
Menurutnya, kegiatan BASO IGA PHI telah berlangsung sejak 2021 dan rutin dilaksanakan bersama media lokal dan nasional di Kalimantan maupun Jakarta, dengan beragam tema.
“Kami punya edisi Halalbihalal, Upskilling, olahraga, hingga edisi khusus seperti kali ini, yang bertujuan mengenalkan langsung proses pengeboran dengan kunjungan ke lokasi operasi,” paparnya.
Dony menegaskan bahwa keberhasilan dan keberlanjutan produksi migas nasional memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan media.
“Kami percaya kegiatan ini akan memperkuat pemahaman masyarakat agar mendukung secara positif keberlanjutan industri hulu migas, yang berperan penting menjaga pasokan energi nasional,” tutupnya. (*)
Editor: Erwin