Sabtu, 05/07/2025
Sabtu, 05/07/2025
Salah satu SPBU di Kota Samarinda. Pemkot tengah menjajaki pembangunan SPBU khusus ASN untuk menekan antrean dan mendukung efisiensi penggunaan BBM. (Ayu/KoranKaltim.com)
Sabtu, 05/07/2025

Salah satu SPBU di Kota Samarinda. Pemkot tengah menjajaki pembangunan SPBU khusus ASN untuk menekan antrean dan mendukung efisiensi penggunaan BBM. (Ayu/KoranKaltim.com)
Penulis : Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM,SAMARINDA – Wacana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih dalam tahap pengkajian.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyebut rencana ini bukan semata-mata untuk memberi kemudahan kepada ASN, melainkan bagian dari upaya menciptakan efisiensi dan transparansi penggunaan anggaran operasional pemerintah.
“Ini soal pengendalian dan efisiensi. Kalau pemkot punya SPBU sendiri, maka kontrol lebih mudah dilakukan,” ujar Andi Harun kepada Korankaltim.com Sabtu (5/7/2025) hari ini.
Sejumlah ASN sebelumnya menyambut positif wacana tersebut. Namun ada pula yang mengingatkan pentingnya kajian mendalam agar kebijakan itu tidak menimbulkan ketimpangan maupun masalah teknis di lapangan.
Pemkot terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan bahan bakar dan distribusinya tetap berjalan adil.
“Masyarakat yang berkualifikasi harus mendapatkan, misalnya elpiji atau BBM bersubsidi. Jangan sampai yang tidak berhak justru menikmati subsidi, ini harus dijaga bersama,” tegas Andi Harun.
Aspek keamanan dan tata kelola distribusi BBM turut menjadi perhatian serius. Pengalaman antrean panjang hingga kelangkaan gas elpiji beberapa waktu lalu menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem pengawasan dan penyaluran.
“Baik di SPBU, SPBE, agen, pangkalan maupun di masyarakat, tata laksana stok dan distribusi harus terus kita perbaiki, termasuk standar keamanannya,” sambungnya.
Meski ketersediaan BBM di Samarinda saat ini dipastikan dalam kondisi aman, pemkot tetap ingin berkontribusi dalam mengurangi beban SPBU umum, khususnya untuk kendaraan operasional milik pemerintah.
“Kami sedang menjajaki prosedurnya untuk membangun satu SPBU khusus, minimal untuk kendaraan dinas seperti mobil pengangkut sampah atau kendaraan ASN. Supaya tidak semua antre di SPBU umum,” ucap Andi Harun.
Dari lima lokasi alternatif yang sempat dipertimbangkan, kini Pemkot Samarinda mengerucutkan pilihan menjadi dua titik potensial, yakni kawasan Jalan MT Haryono dan Jalan Kemakmuran.
“Bisa saja satu diantaranya yang dipilih atau bahkan keduanya jika memungkinkan,” sebutnya.
SPBU tersebut nantinya didesain serupa dengan SPBU khusus militer, namun dikhususkan untuk ASN. BBM bersubsidi tidak akan disalurkan melalui jalur ini.
“SPBU ini non-subsidi jadi BBM subsidi tetap untuk masyarakat yang berhak. Tapi kalau suatu saat dibutuhkan untuk hal tertentu, kita sudah siap,” pungkas Andi Harun.
Editor Aspian Nur
Sabtu, 05/07/2025
Salah satu SPBU di Kota Samarinda. Pemkot tengah menjajaki pembangunan SPBU khusus ASN untuk menekan antrean dan mendukung efisiensi penggunaan BBM. (Ayu/KoranKaltim.com)
TERPOPULER