Senin, 01/04/2024
Senin, 01/04/2024
Pemeriksaan BBM di SPBU Coco Jalan MT Haryono. Hasilnya tepat kualitas dan tepat salur. (Foto: Hendra/Korankaltim.com)
Senin, 01/04/2024
Pemeriksaan BBM di SPBU Coco Jalan MT Haryono. Hasilnya tepat kualitas dan tepat salur. (Foto: Hendra/Korankaltim.com)
Penulis: Hendra
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Polresta Balikpapan menginisiasi peninjauan kuantitas dan kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang diperjualbelikan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Peninjauan tersebut turut menggandeng Dinas Perdagangan Kota Balikpapan dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.
Sales Branch Manager Kaltim Kaltara Pertamina Patra Niaga, Feri Fernando mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh kedua instansi untuk memastikan BBM yang didistribusikan ke masyarakat benar-benar tepat kualitas dan tepat salur.
"Ya kami berterima kasih untuk kerja sama atau sinergi dari kepolisian dalam hal ini Polresta Balikpapan dan Dinas Perdagangan," kata Feri Fernando usai peninjauan di SPBU Coco Jalan MT Haryono, Senin (1/4/2024).
Dalam peninjauan itu, dilakukan pengukuran tera dan kadar air yang terkandung dalam BBM jenis Pertalite dan Pertamax. Hasilnya sesuai standar kelayakan. "Artinya kualitas dan kuantitas BBM yang dijual di SPBU sesuai dengan standar," ungkapnya.
Dirinya juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir untuk memenuhi kebutuhan BBM di SPBU Pertamina sebagai persiapan mudik Lebaran.
"Kami pastikan aman dan sesuai, karena segala aspek untuk kualitas maupun kuantitas BBM sesuai standar sehingga layak digunakan untuk kendaraan," tukasnya.
Sementara itu, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Muhammad Anwar membenarkan bahwa BBM yang disediakan di SPBU Coco Jalan MT Haryono masih dalam kondisi layak jual.
"Jadi masih sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah," imbuh Muhammad Anwar.
Dirinya menjelaskan domain Dinas Perdagangan adalah pengawasan kemeterologian BBM harus sesuai dengan kualitas maupun kuantitas yang disalurkan kepada masyarakat pemilik kendaraan.
"Kalau seliter BBM itu 1000 mililiter (ml), ya memang 1000 ml. Kalaupun ada kurang lebihnya, ya masih dalam batas toleransi. Sedangkan terkait kualitas seperti kandungan air pada BBM, itu domainnya Pertamina yang bisa menjelaskan," ujarnya.
Sedangkan alasan Pertalite dan Pertamax yang dilakukan pemeriksaan, lanjut Anwar, karena kedua jenis BBM tersebut yang paling banyak digunakan masyarakat. Terlebih Pertalite yang merupakan BBM bersubsidi.
"Tidak ada temuan. Ukuran sudah bagus, dan pihak SPBU rutin untuk mengukur liter atau nosel di UPTD Meterologi setiap satu tahun," pungkasnya.
Editor: Maruly Z
Senin, 01/04/2024
Pemeriksaan BBM di SPBU Coco Jalan MT Haryono. Hasilnya tepat kualitas dan tepat salur. (Foto: Hendra/Korankaltim.com)
TERPOPULER
Tunggu sebentar ya. Kami sedang menyiapkannya untukmu.