Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto Samarinda, Agung Pracyanto menyebut rataan jumlah penumpang November bulan lalu sekitar 1.664 orang setiap hari. Sementara rata-rata penumpang seminggu menjelang periode Nataru kini mencapai 1.962 orang.
“Kalau selama November kenaikannya mencapai 23 persen, untuk periode Desember dibanding November lalu, kenaikannya 4 persen,” kata Agung Selasa (22/12/2020) kemarin.
Diprediksi puncak arus mudik jelang Natal dan Tahun Baru terjadi Rabu (23/12/2020) hari ini hingga Kamis (24/12/2020) besok. Namun pihaknya masih ingin melihat dampak dari penerapan kebijakan tes swab antigen yang rencananya mulai diberlakukan besok.
“Memang dikhawatirkan ada rasa malas dari penumpang karena tes swab antigen. Tapi harapannya aturan ini bisa menekan angka kenaikan Covid-19 (Corona Virus Disease 2019, Red),” sebut Agung lagi.
Jika kebijakan tes swab antigen berhasil, maka diprediksi puncak mudik pada hari Raya Natal ada pada angka 2.500 hingga 2.600 penumpang. Agung pun mengakui, perubahan kebijakan untuk syarat pelaku perjalanan menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, tak semua destinasi yang berangkat dari Samarinda memberlakukan kebijakan tes swab antigen. Hanya daerah tertentu seperti DKI Jakarta, Bali, dan sejumlah daerah di Pulau Jawa lainnya yang memberlakukan tes swab antigen sebagai syarat perjalanan.
“Tapi bukan masalah, karena itu kan aturan. Kami tinggal menegakkan aturan di lapangan. Semua tetap kami cek untuk memastikan keselamatan penumpang selama perjalanan,” tukasnya. (*)
Penulis: */Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur