Menurut Muharram, selama ini para wisatawan yang masuk ke Berau tidak sempat mengunjungi wilayah yang ada di ibu kota. Sejak tiba di bandara, wisatawan langsung menuju ke objek wisata seperti Derawan, Maratua, Kakaban dan Sangalaki. Padahal, beberapa objek wisata juga berada di ibu kota kabupaten. “Jadi tidak hanya lewat saja tapi bisa singgah juga untuk berwisata di Tanjung Redeb,” ujarnya.
Kondisi ini lah yang memberikannya ide untuk memanfaatkan Sungai Segah dan Kelay. Ini bisa menarik wisatawan dengan menyajikan wisata air. Seperti yang telah dilakukan di Samarinda, dengan menghadirkan kapal wisata. Muharram pun berkeinginan bisa menghadirkan kapal serupa untuk menyusuri sungai Segah dan Kelay. “Kalau bisa pengusaha juga ikut terlibat membangun kapal wisata ini,” harapnya.
Ia menyebutkan, investasi yang dibutuhkan membangun satu unit kapal tentu tidaklah terlalu besar. Dengan desain khusus, lengkap dengan ruang makan maupun ruang bernyanyi, Bupati yakin fasilitas wisata sungai tersebut akan sangat diminati oleh masyarakat. Karakteristik sepanjang sungai di Berau, jauh lebih variatif dibanding daerah lainnya. Kalau perjalanan sungai, dimulai dari Tanjung Redeb, menyusuri hingga ke muara sungai, akan banyak pemandangan yang menarik. “Saya optimistis, peminatnya sangat besar, terutama di akhir pekan,” kata Muharram.
Dengan demikian, wisatawan yang akan ke Derawan maupun yang kembali, sebelum melanjutkan perjalanan pulang, bisa menikmati satu atraksi yang lain, yakni wisata sungai. “Kita harus jauh lebih baik dengan yang sudah ada di Samarinda,” tambahnya. (sam)