“Kita sudah dibantu untuk mempercantik objek wisata Pulau Derawan, sudah sepantasnya selain kata terima kasih adalah menjaga agar tidak rusak. Mengingat, setelah salah satu sudut Pulau Derawan dimasukan dalam gambar uang pecahan Rp 20.000, Derawan juga diberikan bantuan landmark tersebut,”terang Kadisbudpar Berau, H Sikra di lapangan.
Seperti diketahui, pulau kecil ini menjadi objek wisata andalan di kabupaten Berau. Namun belum memiliki landmark sebagaimana daerah wisata lainnya. Oleh akrena itu, Mappasikra mengatakan, pengunjung kin bisa mendapatkan foto kenangan yang lebih baik lagi dibandingkan sebelumnya yang hanya berlatar tulisan nama derawan atau lainnya.
“Dijaga, agar tidak kotor atau rusak, tidak dinaiki untuk sekadar mengambil foto, tidak perlu seperti itu cukup berfoto di lantainya saja, dan ini perlu disosialisasikan kepada semua guide,” tandasnya.
Sementara itu, Asisten manager kantor perwakilan bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Dirwanta Firsta mengatakan saat ini status landmark sudah tuntas 100 persen. Hanya saja sampai saat ini belum dilakukan peresmian karena masih dalam tahap pemeliharaan.
“Jadi peresmiannya kemungkinan akan dilaksanakan setelah masa pemeliharaan,” ungkapnya dihubungi melalui telepon selulernya. Masa pemeliharaan akan berlangsung selama 2 bulan setelah pekerjaan proyek landmark selesai .
Setelah tuntas pada Desember, setidaknya pemeliharaan selesai Februari baru dapat dilakukan peresmian. Tetapi skenaro itu menurut Dirwanta dapat berubah seriing koordinasi yang sementara dilaksanakan.
“Kami berencana bertemu dengan pak Bupati dulu, hasil dari koordinasi bisa saja sesuai dengan rencana awal tetapi bisa juga lebih cepat, tergantung komunikasi dengan bupati,” jelasnya.
Pihaknya sementara masih mencari jadwal tepat untuk bertemu dengan Bupati Berau, Muharam. “Sesuaikan dengan kesediaan bupati emnerima kami, nanti peresmian rencananya akan dilakukan oleh kepala BI perwakilan Kalimantan Timu bapak Muhammad Nur,” tandasnya. (ind)