“Aspirasi perbaikan pembangunan irigasi ini telah berulang kali disampaikan dalam forum Musrenbang namun hingga kini belum seluruhnya terealisasi padahal ini kebutuhan mendesak bagi para petani di Kukar,” kata Fatlon Nisa dikonfirmasi korankaltim.com, Jumat (24/10/2025).
Legislator PDIP ini menyebutkan infrastruktur saluran irigasi memiliki peran vital dalam menunjang produktivitas lahan pertanian, khususnya di daerah yang menjadi sentra sawah dan pertanian pangan.
"Dari kelompok gapoktan sudah ada usulan di Musrenbang yang belum terealisasi. Mereka berharap bisa segera diwujudkan karena menyangkut saluran primer dan sekunder yang menuju ke sawah mereka, ini penting untuk ketahanan pangan,” sebutnya.
Dewan asal Daerah Pemilihan (Dapil) I Kecamatan Tenggarong ini mengungkapkan, para petani memahami bahwa pemerintah daerah sempat melakukan efisiensi anggaran, terutama pada masa penyesuaian keuangan beberapa waktu lalu. Namun demikian, ia menilai aspirasi para petani tetap harus menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan berikutnya, karena ketahanan pangan dan pertanian dalam arti luas menjadi hal utama dalam visi misi Kukar Idaman Terbaik.
"Mereka juga memaklumi, karena kemarin ada efisiensi anggaran yang cukup besar. Tapi harapan mereka, tahun depan bisa mulai direalisasikan sesuai usulan yang sudah disampaikan," jelasnya.
Fatlon Nisa menilai, Kukar memiliki banyak wilayah pertanian potensial yang perlu didukung dengan sistem pengairan memadai agar hasil panen bisa meningkat secara signifikan. Tanpa dukungan saluran irigasi yang baik, lahan pertanian berisiko mengalami kekeringan atau genangan air berlebih saat musim hujan.
"Kalau saluran irigasi tidak berfungsi dengan baik, otomatis sawah-sawah juga terdampak. Ini berkaitan langsung dengan produksi dan kesejahteraan petani. Harapannya, saluran pertanian terutama di wilayah potensial itu bisa lebih diperhatikan. Karena kalau sistem perairan lancar, hasilnya juga pasti meningkat," tegasnya. (adv)