Rapat berlangsung di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kukar, Tenggarong ini dipimpin Ketua Komisi I Agustinus Sudarsono didampingi Desman Minang Endianto, Sugeng Hariadi, Anisa Mulia Utami, Erwin, Safruddin, M Jamhari dan Budi Fahmi.
Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kukar Arianto, perwakilan Dinas Kawasan Perumahan dan Permukiman (Perkim), Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, perwakilan PLN, Camat Muara Kaman, Camat Sebulu beserta para kades, perwakilan masyarakat desa dan perwakilan dari perusahaan yaitu PT Surya Hutani Jaya (SHJ), PT Agri East Borneo Kencana, PT Hamparan Sentosa dan PT Telen Prima Sawit.
Agustinus Sudarsono menyebutkan ada tiga layanan dasar yang dibahas pada RDP kali ini yaitu perbaikan jalan, penerangan dan kebutuhan air bersih.
“Jadi rapat pada siang sampai sore hari ini menyikapi dari hasil sidak kawan-kawan ke Desa Menamang Kiri dan Menamang Kanan. Ternyata di wilayah itu dikeluhkan terkait masalah air, dan juga kami mendapat keluhan juga dari desa Sumber Sari, desa Mekar Jaya terkait masalah daya, penurunan daya listrik,” ungkap Agustinus.
Kondisi ini, lanjut Agustinus ternyata juga dirasakan tidak hanya di dua desa, tetapi seluruh Kecamatan Sebulu, Muara Kaman. Dari hasil RDP disepakati bahwa menekankan kepada pihak perusahaan agar siap untuk berkontribusi lebih, meski sudah cukup besar peran empat perusahaan.
“Sehingga dari hasil rapat ini tadi kami akan menindaklanjuti terkait masalah listrik yang akan kami rapatkan ulang karena ini sangat krusial. Krusial artinya itu berdampak tidak hanya bagi penerangan rumah tangga, tapi bagi jaringan aliran air PDAM, karena sudah disampaikan tadi bahwasannya aliran PDAM tadi sumbernya menggunakan listrik dan itu sangat mendasar,” ujarnya.
“Dan juga keluhan ini bukan hanya pengguna rumah tangga, tapi fasilitas desa, puskesmas semua terdampak dari turunnya daya listrik tadi, PDAM merasakan. Itu yang mendasar,” tambah Legislator Gerindra ini.
Oleh karenanya ke depan Komisi I DPRD Kukar kembali akan menjadwalkan ulang untuk memanggil pihak PLN dari Samarinda dan Balikpapan untuk melakukan rapat karena merupakan kewenangan mereka
“Dan saya sudah berkomunikasi dari pihak Balikpapan beliau siap juga. Mungkin minggu depan, secepatnya kalau itu. Karena itu memang kami rasakan pihak Puskesmas sendiri susah untuk mengakses jaringan, sementara untuk BPJS itu kan online, jadi susah,” tegas Agustinus. (adv)
Editor: Erwin