Reses kali ini dihadiri Kepala Desa (Kades) Purwajaya Adi Sucipto beserta Sekretaris Desa dan jajaran staf pegawai pemerintahan desa, LPM, tokoh agama, tokoh masyarakat dan puluhan masyarakat Desa Purwajaya.
Reses berlangsung interaktif dengan diawali kata pengantar dari Ketua DPRD Kukar yang selanjutnya mempersilakan kepada warga untuk berbicara menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan baik itu sarana prasarana infrastruktur dasar, pembangunan fasilitas umum, pendidikan dan kesehatan hingga persiapan masyarakat Desa Perjiwa menghadapi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Legislator PDIP ini mengatakan pada kesempatan reses kali ini pihaknya langsung memberikan pemahaman agar masyarakat tidak terlalu berharap pada APBD Perubahan 2025, karena jika dipaksakan ada kegiatan maka kegiatan tersebut tidak bisa dibayarkan oleh pemerintah.
“Dan tentu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, kalau sekiranya nanti ada hal-hal yang terkait dengan Desa Purwajaya, tapi mudah-mudahan tidak akan. Walaupun reses ya bahasanya kembali ke daerah pemilihan mendengarkan aspirasi dan ini sangat spesial pada kesempatan ini. Karena langsung disambut dengan Pak Kades beserta seluruh jajarannya. Artinya bahwa ini tidak sama dengan dahulu ya. Kalau dulu (saat masih Anggota dewan bukan unsur pimpinan, red) kita reses saya pilih di rumah warga. Karena lebih enak interaksinya, lebih enak komunikasinya walaupun banyak keluhan-keluhan. Tetapi ini beda, karena ini langsung semua problem, semua masalah itu sebenarnya dirangkum ada di desa,” sebutnya.
Dengan amanat menjadi unsur pimpinan pada periodesasi DPRD Kukar kali ini, Ahmad Yani berharap bisa lebih banyak lagi yang terserap dan tentu bisa lebih banyak yang bisa dilakukan di desa Purwajaya.
“Desa Purwajaya ini kan sebenarnya letaknya sangat strategis. Karena ini tidak jauh juga daripada irisan IKN ya, Ibu Kota Nusantara, pertama Desa Batuah, masuk Desa Tani Bakti, dan langsung Purwajaya. Itu hampir berdekatan dengan IKN sehingga tentu nanti harus lebih banyak berbuat. Menyambung pembangunan-pembangunan yang dibutuhkan sebagai daerah penyangga, sehingga ke depan apapun yang menjadi problem-problem di kita itu harus tertangani,” tegas Yani. (Adv)
Editor: Aspian Nur