Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani didampingi Unsur Pimpinan DPRD Kukar Abdul Rasid, Junadi dan Aini Farida ini dihadiri perwakilan dari pihak eksekutif yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono beserta perwakilan organisasi perangkat daerah dan unsur Forkopimda Kukar.
Dalam arahannya, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani berharap dari prognosis yang telah disampaikan semoga bisa berjalan konsisten.
“Ya tentu ini kan kita harap karena ini adalah menuju APBD perubahan tahun 2025 kita harap prognosis yang disampaikan itu konsisten. Konsisten itu artinya bahwa mestinya kalaupun dianggap ketersediaan dana itu 5 triliun kemudian belanjanya rencananya di perubahan itu 6 triliun berarti kan tidak sesuai. Oleh karena itu kita harap tentu kami DPRD bersama pemerintah kaupaten siap-siap untuk memangkas anggaran,” ungkapnya.
Legislator PDIP ini menyatakan anggaran daerah yang tersedia tentu harus disesuaikan dengan nilai keuangan yang juga tersedia. Jangan sampai besar pasak daripada tiang, atau tinggi pengeluaran dari pada pendapatan. Oleh karena itu tentu diharapkan dari prognosis ini kemudian melihat realisasi satu semester yang sudah dilaksanakan, maka DPRD Kukar akan mengoreksi belanja-belanja yang kira-kira memang bermanfaat atau tidak untuk masyarakat Kukar.
“Bagaimana masyarakat bisa sejahtera dengan adanya APBD bagaimana kondusivitas pembangunan itu ya kemudian juga program-program yang memang betul-betul itu menjadi program Kukar Idaman Terbaik,” terangnya.
Saat ini lanjut Yani masih program Kukar Idaman, DPRD berharap ini secepatnya menyesuaikan dengan program Kukar Idaman Terbaik, karena janji-janji pemerintah kabupaten yang baru ini mesti harus direalisasikan secepatnya.
“Sehingga apapun yang terjadi kami tentu akan menggunakan kebijakan DPRD untuk membantu memangkas anggara-anggara yang memang realistis dan rasional. Kalau tidak realistis dan tidak rasional atau mungkin kurang perlu untuk direalisasikan saya rasa kita akan bikin daftar-daftar prioritas. Sehingga walaupun bahasanya defisit tapi harapan kami tidak mengurangi bagaimana masyarakat bisa sejahtera terkait dengan pembangunan tahun 2025,” tegasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur