Kegiatan ini menjadi awal tonggak peralihan kepemimpinan secara kedinasan dari Edi Damansyah kepada Bupati dan Wakil Bupati Kukar Aulia Rahman Basri – Rendi Solihin. Turut hadir unsur Forkopimda kepala perangkat daerah lintas dinas badan, camat, kepala desa dan seluruh masyarakat Kukar dari semua lapisan tidak terkecuali Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani didampingi unsur Pimpinan DPRD Kukar Abdul Rasid, Junadi dan anggota DPRD Kukar dari Fraksi PDIP.
Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani mengatakan, bagi semua pemimpin bahwa memori jabatan itu harus klir, dan ketika itu disampaikan berarti itu pindah tanggung jawab.
“Selama ini pak Edi Damansyah dan Rendi Solihin yang telah bekerja maksimal ya tentu kita harap segala sesuatunya yang mungkin belum dilaksanakan atau mungkin ada program saat ini belum rampung ya tentu secara otomatis dilanjutkan oleh Doktor Aulia Rahman-Rendi Solihin dan program yang strategis seperti gerakan etam mengaji keagamaan spiritual untuk Kutai Kartanegara itu tetap dikembangkan dan digalakkan seterusnya,” harap Ahmad Yani kepada awak media pagi tadi.
Tidak hanya pengembangan SDM di lingkup spiritual, Legislator PDIP ini juga berharap semua sektor yang memang strategis dan itu menjadi visi misi Bupati terdahulu tetap harus dilanjutkan, termasuk yang sudah tertuang di RPJPD. Tinggal selanjutnya nanti diharapkan bupati dan wabup baru bisa menterjemahkan ke dalam RPJMD.
“Diharap bisa mem-breakdown semua untuk kemudian dilaksanakan bertahap lima tahunan termasuk sektor bagaimana mengaktifkan semua sendi kehidupan masyarakat yaitu nilai spiritual yang sangat penting, artinya bahwa membangun jiwa itu lebih penting daripada membangun raga sebenarnya,” tegasnya.
“Bahwa kepentingan pengembangan SDM itu harus dibarengi pembangunan fisik akhirnya dua duanya harus jalan itu harapan kita dari DPRD,” tandas Yani. (adv)