Kuker dalam rangka memantau progres pembangunan Jembatan Sebulu Tahap I dihadiri seluruh anggota jajaran Komisi I DPRD Kukar, yakni Ketua Komisi I Agustinus Sudarsono, Sugeng Hariadi, Budi Fahmi, Erwin, Annisa Mulia Utami, Desman Minang Endianto, Wandi, Safruddin, M. Jamhari, dan M. Hidayat, didampingi Camat Sebulu Edy Fachruddin serta perwakilan pekerja dari kontraktor proyek, PT Yasa Patria Perkasa.
“Kami mengunjungi proyek jembatan yang menghubungkan antara Desa Sebulu Modern dengan Dusun Sirbaya Kecamatan Sebulu. Di sana kita melakukan koordinasi progres pekerjaan yang saat ini sudah dilaksanakan oleh PT Yasa selaku kontraktor pelaksana untuk tahap I. Mereka sudah menyelesaikan pekerjaannya sekitar mendekati 90 persen, ini informasi yang kami dapat,” kata Anggota Komisi I DPRD Kukar Desman Minang Endianto kepada Korankaltim.com.
Lanjutnya, hasil kunjungan mereka diharapkan dapat mendorong pemerintah untuk serius menangani dan mengalokasikan anggaran kegiatan proyek Jembatan Sebulu. Mengingat pembangunan infrastruktur ini memberikan dampak yang sangat positif bagi masyarakat, khususnya Kutai Kartanegara, yang terpenting adalah pengawasan terhadap kegiatan pembangunan harus benar-benar ketat agar ke depan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti keterlambatan pengerjaan proyek, ketidaksesuaian dan kendala lainnya.
“Ini harapan Komisi I apalagi anggaran untuk tahap II nanti menelan di angka Rp138 miliar, tahap I mencapai Rp194 miliar tetapi karena ada adendum dan revisi menjadi Rp136 miliar. Jadi mengingat proyek besar ini maka pengawasannya harus dilakukan secara optimal dipantau progresnya jangan sampai menjadi proyek yang sia-sia mengingat anggarannya sangat besar sekali,” tegas Desman.
Pantauan langsung Korankaltim.com di lapangan, pengerjaan Jembatan Sebulu Tahap I ini sempat tertunda pengerjaannya dalam beberapa pekan dikarenakan faktor alam yakni banjir tinggi pasang Sungai Mahakam.
Jembatan Sebulu ini nantinya akan menjadi akses utama masyarakat dengan menghubungkan lintas kecamatan serta diharapkan akan semakin mendongkrak roda perekonomian masyarakat Kutai Kartanegara secara keseluruhan. (adv)