Turut hadir pula Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Samarinda, Inspektur Tambang dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar. Selain itu, hadir pula Kepala Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (DPPR) Kukar serta perwakilan dari empat perusahaan tambang, yaitu PT Karya Putra Borneo, PT Bara Multi Suksessarana Tbk, PT Komunitas Bangun Bersama dan PT Welarco Subur Jaya. Unsur Forkopimca Loa Janan juga turut serta, meliputi Camat, Kapolsek, Danramil Loa Janan, Kepala Desa Batuah Abdul Rasyid, Kepala Dusun Surya Bhakti, Ketua RT 021, serta sejumlah warga terdampak.
Farida menjelaskan sidak yang dilaksanakan tersebut merupakan tindak lanjut dari persoalan dampak banjir dan dugaan pencemaran lingkungan yang meresahkan warga setempat.
“Pertama, kami ingin mempererat silaturahmi dengan warga sekaligus melakukan verifikasi lapangan terkait dampak banjir yang sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Komisi III juga telah beberapa kali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan berbagai pihak, namun belum ada solusi konkret. Hari ini, kami bersama instansi teknis turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi nyata,” ungkapnya.
Ia berharap pertemuan ini bisa menghasilkan keputusan konkret dari semua pihak.
“Kami lihat pemukiman warga ini dikepung oleh empat perusahaan besar maka kami mendorong adanya solusi menyeluruh dan tanggung jawab lingkungan dari seluruh pihak terkait,” tegasnya.
Komisi III DPRD Kukar berkomitmen untuk terus mengawal penyelesaian persoalan ini melalui forum RDP dan tindak lanjut teknis, demi melindungi hak dan keselamatan warga Desa Batuah.
Sementara itu, Kepala Desa Batuah, Abdul Rasyid menyambut baik dan mengapresiasi sidak yang dilakukan Komisi III DPRD Kukar.
Ia mengungkapkan permasalahan ini telah berlangsung lebih dari dua tahun dan telah beberapa kali dimediasi oleh pihak desa, namun belum membuahkan hasil.
“Warga kami sudah lelah dengan situasi ini. Kami harap, melalui Komisi III dan sidak hari ini, bisa ditemukan titik temu. Apalagi dari hasil pendataan, ada 16 rumah warga yang kerap terendam banjir saat hujan deras. Sungai-sungai sudah tidak lagi berfungsi akibat sedimentasi lumpur,” ujarnya.
Rasyid tekankan jika perusahaan benar-benar punya itikad baik, pihaknya meminta agar mereka bersama-sama patungan membebaskan 16 rumah warga tersebut.
“Ini solusi cepat agar warga tidak terus menjadi korban setiap musim hujan,” harapnya. (adv)
Editor: Erwin