Jembatan yang menghubungkan sisi Tenggarong Kota dan Tenggarong Seberang tersebut, dinilai Ria perlu segera mendapatkan perawatan karena adanya dugaan penurunan badan jalan tepatnya yang berada di sisi daratan Tenggarong Seberang.
“Kita semua pengguna jalan sadar kok, setiap melintas disitu yang sisi Tenggarong Seberang badan jalannya seperti ada penurunan badan jalannya, kami minta ini segera disikapi kawan-kawan Dinas PU,” kata Ria kepada korankaltim.com, Senin (19/5/2025).
Iyak sapaan akrab Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kukar ini meminta hal ini agar tidak disepelekan, mengingat vital nya keberadaan jembatan yang dulu nya pernah dibangun ulang karena jembatan dengan desain sebelumnya sempat runtuh pada tragedy memilukan di belasan tahun lalu tepatnya 26 November 2011 silam.
“Kami DPRD tidak ingin kejadian sejarah kelam lalu terulang kembali. Oleh karena itu kami minta Dinas PU segera melakukan tindakan,” tegasnya.
Tambahan informasi, jembatan yang melintas di atas sungai Mahakam ini merupakan jembatan pelengkung baja. Panjang jembatan secara keseluruhan mencapai 710 meter, dengan jembatan pengganti berupa jembatan pelengkung rangka baja menerus dengan bentang utama menggunakan sistem penyangga kabel (hanger) mencapai 270 meter, dan 2 bentang pendekat dengan bentang masing masing 100 meter. Jembatan ini merupakan sarana penghubung antara kota Tenggarong dengan kecamatan Tenggarong Seberang yang menuju ke Kota Samarinda.
Sempat ambruk pada 26 November 2011, jembatan ini kemudian dibangun kembali di lokasi yang sama pada tahun 2013 dan resmi dibuka untuk umum pada 8 Desember 2015 hingga sekarang. (adv)