Keluhan masyarakat khususnya di kawasan ulu Mahakam ini dampak dari banjir akibat pasang tinggi Sungai Mahakam yang menggenangi sebagian wilayah daratan.
“Kami minta pemerintah hadir dalam hal ini Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Kartanegara untuk menyikapi lonjakan ongkos biaya kapal feri yang menyentuh Rp2 juta untuk satu kendaraan roda empat dari Kota Bangun ke Tuana Tuha,” kata Kamarur Zaman yang akrab disapa Pak Mon ini kepada Korankaltim.com, Minggu (11/5/2025).
Politikus Golkar ini menyebutkan dalam kondisi normal, tarif kapal feri jenis LCT hanya sebesar Rp1 juta untuk satu kendaraan roda empat. Namun selama banjir, tarif tersebut melonjak dua kali lipat menjadi Rp2 juta.
“Ya jangan juga seperti itu seenaknya menetapkan tarif setinggi. Kami mohon Dishub segera hadir membuktikan bahwa pemerintah hadir ditengah-tengah masyarakat dengan membantu mereka yang keberatan akan persoalan ini,” sebutnya Pakmon yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI meliputi Kecamatan Kota Bangun, Muara Wis, Muara Muntai, Kenohan, Kembang Janggut dan Tabang.
Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat setempat, Salehudin sangat keberatan dengan kondisi ini. Dirinya pun berharap agar hitungan 1x24 jam ke depan segera ada tindakan dari pemerintah daerah.
“Satu mobil Rp2 juta, tolong Dishub pemerintah turun tangan, selama banjir ini feri mendadak naikkan harga tidak masuk akal dari Rp1 juta menjadi Rp2 juta. Masyarakat mengeluhkan biaya ini, feri ini ajang mumpung. Kami selaku tokoh masyarakat ulu ingin pemerintah hadir, pungli yang tidak perlu harus dihajar,” tegas mantan legislator Kukar ini. (Adv)
Editor: Erwin