Sebenarnya aspirasi ini terus disuarakan, namun Syarifuddin menilai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar terkesan abai dalam hal ini, padahal sarana prasarana fisik pembangunan sangat penting dan hal ini menjadi wewenang Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Disdikbud.
“Banyak contoh guru-guru di kawasan pesisir yang rumahnya jauh dari tempat sekolah dia mengajar, bolak-balik dia tiga jam pakai motor ujung-ujungnya dia tidak bisa mengajar, sebenarnya ada rumah guru, tapi sudah tidak layak untuk dihuni,” kata Syarifuddin saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV saat memanggil Disdikbud Kukar, Selasa (6/5/2025).
Politikus PAN asal Daerah Pemilihan (Dapil) III meliputi Kecamatan Anggana, Muara Badak dan Marangkayu ini menjelaskan pentingnya keberadaan rumah dinas guru yang layak huni.
Rumah dinas guru sangat penting karena dapat meningkatkan kenyamanan, kualitas hidup, dan semangat kerja guru, terutama bagi mereka yang bertugas di daerah terpencil atau jauh dari tempat tinggal. “Fasilitas ini juga membantu memaksimalkan proses pembelajaran di sekolah,” ucapnya.
Alasan pentingnya rumah dinas guru yaitu guru tidak perlu lagi menghabiskan waktu dan tenaga untuk perjalanan jauh setiap hari, sehingga dapat lebih fokus pada tugas mengajar.
Kemudian, rumah dinas guru mampu memotivasi guru karena dapat meningkatkan semangat kerja guru dan membuat mereka lebih betah berada di sekolah. Meningkatkan mutu pendidikan yakni dengan adanya fasilitas yang memadai, guru dapat lebih fokus pada proses pembelajaran, sehingga kualitas pendidikan di sekolah dapat meningkat.
Selain itu, mendukung guru yang mengabdi di daerah terpencil, karena dapat membantu mereka mengatasi kesulitan terkait tempat tinggal dan transportasi.
“Pembangunan rumah dinas guru juga dapat menambah keindahan dan kebersihan lingkungan sekolah, sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan kondusif. Juga mampu memaksimalkan proses pembelajaran, karena dengan adanya rumah dinas, guru dapat lebih fokus pada proses pembelajaran dan mengurangi risiko kecelakaan dalam perjalanan ke sekolah,” tegas Syarifuddin. (Adv)
Editor: Erwin