Politikus PDIP ini menyatakan, apapun hasil dari kajian ilmiah yang dilakukan Tim Geofisika Universitas (Unmul) dalam penentuan penyebab pasti bencana longsor di kawasan tersebut, seseegera mungkin masyarakat yang terdampak segera di relokasi di tempat yang aman.
“Intinya tegas, apapun hasil dari tim Geoteknik Unmul, mau itu disebabkan karena aktivitas pertambangan atau karena sumur bor atau memang murni bencana alam, kami DPRD meminta segera lakukan relokasi warga yang terdampak pindah ke tempat yang aman, ini serius karena berkaitan dengan keselamatan nyawa warga kita jangan menunggu-nunggu lagi,” tegas Yani saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Rabu (30/4/2025).
Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Geofisika Unmul atas permintaan pihak pemerintah desa didukung anggota DPRD Kaltim dan DPRD Kukar pasca terjadinya longsor, melakukan kajian ilmiah dengan menggunakan alat ukur bencana guna mengetahui penyebab secara pasti longsor yang menyebabkan belasan rumah warga setempat rusak.
Salah satu anggota tim kajian, Moriss menjelaskan kepada Korankaltim.com kalau metode yang digunakan dalam melakukan kajian adalah geolistrik, yaitu teknik injeksi arus listrik ke dalam tanah untuk mengetahui resistivitas batuan di bawah permukaan.
“Biasanya longsor itu dipengaruhi oleh jenis material di bawahnya, faktor alam dan aktivitas manusia sehingga kami perlu tahu apakah ada zona lemah yang menyebabkan longsor,” ujarnya.
Saat meninjau ke lapangan, tim melakukan pengukuran berupa resistivitas untuk mengidentifikasi kondisi lapisan tanah dan batuan di bawah permukaan.
Hasil survei awal menunjukkan pengamatan sementara dari para ahli, area tambang yang berada di sekitar lokasi diperkirakan tidak memiliki pengaruh langsung terhadap longsor, karena jaraknya yang cukup jauh dari titik kejadian. Namun, Moriss menekankan tim belum dapat menyimpulkan penyebab longsor secara pasti.
“Saat ini kami masih dalam tahap observasi. Data yang kami kumpulkan harus diolah di laboratorium terlebih dahulu sebelum bisa diketahui penyebab pasti,” ungkapnya.
Proses pengolahan data geolistrik memerlukan waktu sekitar satu minggu hingga hasil awal bisa keluar. Proses tersebut mencakup analisis resistivitas tanah, interpretasi geologi serta keterkaitan dengan faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap terjadinya longsor.
“Tentunya tidak bisa langsung mengatakan ini akibatnya dari sumur bor, tambang atau murni faktor tanah. Semua harus berbasis data dan analisis ilmiah agar tidak ada simpang siur informasi dimasyarakat,” pungkas Morris. (ADV)
Editor: Erwin