“Kami menerima aduan langsung dari Kades Muara Siran, keluhan aktivitas ponton kayu sengon yang tidak ada kapal asist, sesuai permohonan warga desanya, beliau khawatir ponton tersebut menabrak keramba warga dan lainnya, sehingga menimbulkan masalah dan merugikan masyarakat di wilayah tersebut,” kata Kamarur Zaman kepada Korankaltim.com, Jumat (25/4/2025).
Diketahui, adapun perusahaan yang dimaksud oleh warga Desa Muara Siran yaitu PT Laju Dinamika Utama (LDU).
Kamarur Zaman berharap pihak perusahaan segera menindak lanjuti keluhan warga ini, terlebih lagi aktivitas ponton yang melintas di perairan sungai bagian teluk Desa Muara Siran ini sudah diperingatkan sejak Januari tahun ini.
“Kami menegaskan perusahaan segera menindaklanjutinya, kan lebih baik mencegah daripada memperbaiki kerusakan yang nantinya terjadi, kan di kawasan sungai Muara Siran itu adalah teluk, jadi riskan betul buritan ponton mengenai keramba ataupun rumah penduduk yang di bantaran sungai,” tegasnya.
Terpisah, Kades Muara Siran Ishan Mashor menyatakan pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan pihak perusahaan, namun hingga saat ini keluhan yang disampaikan belum juga disikapi secara serius.
“Mereka bilang sambil berjalan, kalau maksud kami ya dibereskan dulu masalah pandu asist nya baru berjalan. Kami hanya ingin melindungi aktivitas warga di bantaran sungai, kalau pandu mereka sudah ada, tapi belum ada asist nya ponton sengon itulah yang sangat mengkhawatirkan kami,” tegas Ishan. (Adv)
Editor: Erwin