Tak hanya masyarakat biasa, pejabat tinggi daerah sekelas Anggota DPRD pun mengalami kondisi serupa. Kejadian ini diakui M Andi Faisal yang juga mengalami hal yang sama pada kendaraan yang dimilikinya. Namun ketika dilakukan inspeksi mendadak (sidak), ternyata kondisi kualitas BBM yang dijual di SPBU baik-baik saja.
"Ini sangat membingungkan, karena secara fakta di lapangan banyak yang mengalami kendaraanya bermasalah, termasuk motor saya," ungkap Andi Faisal saat dikonfirmasi korankaltim.com, Jumat (11/4/2025).
Menurut politikus PDIP ini, masyarakat awam ketika membedakan BBM yang digunakan itu aman atau tidak hanya mengacu dari warna nya saja. Hal ini menjadi perhatian bersama termasuk mendapat sorotan serius pula dari DPRD Kaltim.
"Kejadian ini dinilai terlalu pintar modus operandi yang dilakukan oleh pelaku. Kami minta Pertamina harus fair dan pro aktif, sehingga kita bisa mengetahui masalah ini," tegasnya.
Pantauan langsung di lapangan, banyak diantara kendaraan masyarakat khususnya di Kecamatan Tenggarong mengalami kerusakan yang diduga usai melakukan pengisian BBM baik di SPBU maupun di penjual eceran.
Salah satu mekanik di salah satu bengkel kawasan Tenggarong, Narko (31) mengungkapkan, dalam sehari sepeda motor yang masuk dengan permasalahan brebet atau tak lancar ketika berkendara, ada sekitar 5 unit motor. Hal ini telah dirasakan sejak bengkel yang ditempati kerja mulai buka pasca lebaran Idul Fitri 2025.
"Rata rata penyakit motor yang masuk ke bengkel ini ialah tak lancar ketika dibawa jalan, ya seperti minyaknya lambat turun atau pembakaran yang tidak sempurna begitu," ungkapnya.
Sehingga hal ini harus dilakukan pengurasan pada BBM yang di dalam penampungan kendaraan bermotor dan harus diganti filter minyak.
Ia juga heran dengan kejadian yang aneh ini, sebab persoalan ini dialami oleh banyak orang namun juga tidak semua orang atau kendaraan yang mengalami kerusakan serupa meskipun mengisi di SPBU yang sama. "Pengendara yang datang ke bengkel pasti mengeluh, karena motor yang biasa dikendarainya itu awalnya lancar, tapi tiba-tiba macet meskipun motor baru," ucapnya.
Tak hanya pengendara motor, salah seorang warga Tenggarong lainnya Ozy (35) terpaksa harus merogoh kocek yang cukup dalam setelah roda empat yang digunakannya untuk berkunjung ke keluarga di Samarinda dalam rangka halalbihalal lebaran harus masuk bengkel karena terkena BBM kualitas buruk.
“Kan isu yang bereda kualitas pertamax atau pertalite jelek, jadi kami isi mobil kami dengan pertamax turbo mengisi di salah satu Pom di Samarinda, namun celakanya justru mobil rusak, setelah saya bawa ke bengkel, warna BBM ungu kehitaman, padahal setahu kami pertamax turbo itu kan merah. Dari 45 liter yang kami beli, setelah disaring dan dikuras hanya 5 liter saja yang bisa digunakan,” sebut Ozy dengan nada kesal. (adv)