Pemeran dilaksanakan pada 20-25 Juli ini merupakan bentuk implementasi pelestarian, pembinaan, dan pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan.
Selain itu juga menjadi ajang promosi seni daerah sebagai identitas lokal, menyediakan media pembelajaran dan informasi tentang kebudayaan umum, khususnya alat musik tradisional, serta menarik minat masyarakat untuk mengunjungi Museum Mulawarman.
Ketua DPRD Kukar tak menyia-nyiakan event ini untuk menambah wawasan terkait alat musik nusantara yang sangat beragam. Kagum dengan keberagaman alat musik nusantara ini, Rasid berpesan keberagaman alat musik ini harus dilestarikan.
"Jangan sampai tertinggal eksistensi dengan alat musik modern. Alat musik di Kukar juga harus dilestarikan, karena ini bagian dari melestarikan budaya yang ada di daerah kita sendiri,” pesan Rasid.
Alat musik tradisional nusantara tercipta dari pikiran dan olah rasa nenek moyang yang bersifat eksklusif. Untuk itu, Rasid berharap, generasi muda dapat belajar dalam menjaga warisan leluhur di era digitalisasi.
“Kukar dengan berbagai suku memiliki beragam seni dan budaya, kita kenalkan kepada generasi muda supaya tahu dengan budaya dan alat musik di Kukar dan Kaltim, luar biasa kekayaan Indonesia tidak hanya budaya namun juga alat musik tradisional yang etam (kita, Kutai, Red) miliki juga banyak ragamnya dan harus terus dilestarikan," harapnya. (Adv)
Editor: Supiansyah