Ria mengatakan, kegiatan yang mendapatkan dukungan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar dengan nama Kejuaraan Handball KONI Cup antar SD/MI se-Kutai Kartanegara ini bukti kepedulian KONI dan cabang olahraga (cabor) dalam pembinaan sejak usia dini. Kejuaraan Handball KONI Cup antar SD/MI ini diikuti puluhan peserta berasal dari 15 sekolah tingkat dasar.
"Tentu sangat kami apresiasi karena untuk mencetak atlet profesional itu kita seluruh pihak terkait mampu menciptakan ekosistem olahraga yang baik yakni berupa rutinnya kejuaraan tingkat daerah dengan para pesertanya dari anak-anak sekolah dasar, semoga apa yang dilakukan kawan-kawan pengurus ABTI Kukar bisa dicontoh oleh cabor lainnya," kata Ria kepada korankaltim.com, Rabu (29/5/2024).
Terpisah, Ketua ABTI Kukar, Wahyudi mengungkapkan, kejuaraan ini merupakan agenda rutin untuk melakukan proses pembibitan atlet usia dini sehingga potensi ini akan terus digali dan akan menjadikan agenda rutin ditingkat pelajar mulai SD, SMP, hingga SMA.
"Dilaksanakan di SD 012 ini permintaan kepala sekolahnya untuk dilaksanakan di sekolah itu, lapangannya juga cukup luas untuk dilaksanakan di tengah kota juga," ungkapnya.
Olahraga bola tangan dalam perkembangannya mulai cukup dikenal oleh masyarakat, hal ini tentu tidak terlepas dari sosialisasi yang rutin dilakukan ABTI Kukar ke sekolah-sekolah.
"Sosialisasi ke sekolah karena kita ingin mencari bibit-bibit muda untuk persiapan prestasi di hand ball yang akan datang, kemudian olah raga ini mudah untuk dimengerti dan mudah untuk dilaksanakan sehingga potensi anak-anak untuk bermain di bola tangan ini mereka sangat antusias," ujar Wahyudi.
Kemudian olahraga ini juga diharapkan mampu menghindarkan anak-anak dari pengaruh negatif salah satunya ketergantungan dengan gadget dan sebagainya.
"Ini kita anggap sebagai wadah ajang untuk bermain untuk anak-anak usia dini, jadi tidak kami mainkan aturan dulu sementara mereka senang saja happy fun nanti bermain dan berolahraga. Mengantisipasi anak untuk tidak terlalu memegang gadget lah, dan Alhamdulillah mendapat respon baik orang tua dan guru guru bahkan sekolah," tegas Wahyudi. (Adv)
Editor: Maruly Z