Rapat tahun ini ada hal unik karena sebelum dilakukan paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid, para tamu undangan disuguhkan seni pertunjukan tari Gantar dari Sanggar Tari Pokant Takaq dilanjutkan budaya Ngapeh atau bercakap-cakap dalam Bahasa Kutai.
Pertunjukan ini mendapatkan sambutan meriah seluruh tamu undangan yang hadir pada Paripurna kali ini. Adapun inisiator dari seni pertunjukan khas Kutai ini ialah dari jajaran Sekretariat DPRD Kukar yang dipimpin Sekwan, M Ridha Darmawan.
Kabag Persidangan Sekretariat DPRD Kukar, Nurhayati Touristiani mengatakan, hal unik ini didasari dari keinginan Ketua DPRD Kukar agar pelaksanaan paripurna kali ini ada sesuatu yang berbeda.
"Artinya ada pesan dan kesan yang disampaikan ke masyarakat yang memang sifatnya itu membangun, dalam rangka untuk HUT Kota Tenggarong ke-241, ketika usia ke 242 nanti artinya harapannya lebih maju lagi Tenggarong yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Kutai Kartanegara ini," kata Touristiani kepada korankaltim.com, Rabu (27/9/2023).
Dalam seni pertunjukan Ngapeh khas Kutai yang diparodikan dua orang ini bercerita tentang kehidupan sehari-hari sambil sesekali menyampaikan berbagai apresiasi pembangunan yang telah dilakukan pemerintah selama ini serta ada muatan kritik di dalamnya.
"Makanya tadi ada disebutkan air mancur, tugu nol kemudian ada sedikit saran masukan untuk pemerintah, jadi dalam suguhan khas kearifan lokal tadi ada muatan kritisi dari masyarakat serta apresiasi yang telah dilakukan pemerintah sejauh ini," ungkapnya.
Sementara itu, Pranata Humas Ahli Muda, Lita Rosalia menambahkan untuk seni pertunjukan tari Gantar pihak Sekretariat DPRD Kukar berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Kukar. "Tarian tadi Pokant Takaq grup, anak-anak SMP yang tampil," ucap Lita. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin