“Sesuai keterangan tokoh masyarakat di sana, jalan Rimba Ayu SP1 Kota Bangun itu sudah 5 tahun ini tidak ada diselesaikan peningkatan jalannya, kami harap Dinas PU segera merespon ini,” katanya kepada korankaltim.com, Senin (18/9/2023).
Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat setempat, Sugianto mengungkapkan kurang lebih usia jalan tersebut sudah lebih dari setengah abad, sebelum orang transmigrasi tahun 1980-an datang, jalan tersebut sudah ada.
“Masyarakat sangat merindukan jalan tersebut disemenisasi, karena ini jalur perekonomian antara masyarakat yang berada di wilayah Kota Bangun dan Muara Wis akan lebih cepat melewati jalan tersebut jikalau mau ke SP maupun ke Tenggarong,” ungkapnya.
Jalan tersebut juga menurutnya butuh perbaikan sepanjang 6 kilometer dan keberadaannya sangat penting untuk peningkatan perputaran perekonomian, salah satunya bagi para nelayan, pedagang maupun petani yang akan dimudahkan agar bisa membawa hasil panennya.
“Serta kalau jalannya terbangun akan menambah areal pemukiman baru di sepanjang jalan tersebut. 10 tahun saya jadi anggota DPRD selalu saya suarakan, hanya beberapa kali tahun anggaran teralokasikan, namun setelah empat tahun menjadi bagian masyarakat, hingga saat ini belum ada tanda-tanda untuk dilanjutkan kembali, maka dengan ini saya mewakili warga transmigrasi Kecamatan Kota Bangun Darat memohon hal ini,” beber Sugianto yang merupakan mantan anggota dewan periode 2009-2014 dan 2014-2019 ini.
Dirinya mewakili masyarakat Kota Bangun Induk meminta kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan jalan poros dari Rimba Ayu, Desa Kedang Murung menuju simpang jalan aspal Desa Kota Bangun 1 Kecamatan Kota Bangun Darat.
Hal ini mengingat pada saat musim hujan, jalan tersebut nyaris tidak bisa dilalui serta sering terjadi kecelakaan tunggal. Selain itu juga diharapkan ada perbaikan jalan induk yang menghubungkan antar desa menuju rencana pembangunan Kantor Camat Kota Bangun Darat agar mendapatkan perhatian semua pihak.
“Terutama dari Desa Kota Bangun 7 menuju Desa Kedang Ipil ibu kota kecamatan, sehingga akan memudahkan masyarakat dan aparatur untuk menuju kantor kecamatan, juga dampak positifnya Desa Kedang Ipil akan bertambah kunjungan wisatanya jikalau aksesnya memadai dan perekonomian juga akan menggeliat,” harapnya. ( Adv)
Editor: Maruly Zainuddin