Tari tradisional ini, menjadi salah satu bentuk adat Melayu-Islam yang dinamis, energik, aktraktif sekaligus bersahaja. Nuansa Melayu sangat kental terasa dari tari tradisional ini, mulai dari gerakan, kostum hingga tata rias yang digunakan.
Dalam perkembangannya Jepen saat ini sedang digaungkan pemerintah daerah untuk dipadupadankan dengan gerakan senam. Senam Jepen ini sendiri merupakan inovasi Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar dalam melestarikan budaya lokal di masa modern. Menyikapi hal positif ini, Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasid mendukung agar jepen ini bisa terus dilestarikan oleh semua kalangan bahkan sejak bangku sekolah dasar.
“Kita terus berupaya melestarikan seni budaya yang ada di Kutai Kartanegara termasuk seni jepen. Ini kan yang merupakan seni budaya kita yang memang harus kita lestarikan yaitu bagaimana jepen ini bisa bermasyarakat di Kutai Kartanegara,” kata Rasid kepada korankaltim.com, Rabu (13/9/2023).
Diharapkan Rasid agar bagaimana anak-anak sekolah kita juga mengerti jepen, makanya ini harus dilestarikan baik itu melalui lembaga formal maupun dengan sanggar-sanggar seni yang ada di Kutai Kartanegara.
“Oleh karena itu mudahan kalau memang itu bisa digaungkan maka ini bisa menjaga nilai budaya khususnya tari jepen yang ada di Kukar, terutama di sekolah penting sekali itu,” harap Politikus Golkar ini.
Rasid menegaskan agar tidak hanya Dispora saja berperan namun juga Disdikbud Kukar juga berperan menjadi bagian penting dari pengembangan jepen ini.
“Maka guru olahraga atau para penggiat dan pecinta seni yang ada di sekolah bisa dilibatkan untuk bagaimana jepen bisa semakin bermasyarakat,” kata Rasid. (adv)