Rasid mengatakan, Kukar Bersholawat yang digagas Pemkab Kukar dibawah kepemimpinan Edi Damansyah dan Rendi Solihin ini menjadi bukti cinta dan hormatnya masyarakat Kukar kepada Nabi Muhammad SAW serta kepada Allah SWT.
Bersholawat berarti juga berusaha membangun keselarasan hidup dengan Allah SWT, makhluk hidup ciptaannya dan alam semesta.
"Membaca Sholawat juga terhitung sebagai amal saleh, terhitung sebagai zakat di hadapan Allah SWT. Sholawat menjadi bagian dari sedekah, dengan ini, maka kita bisa selalu memberikan sesuatu untuk kebaikan lingkungan, dan keseimbangan alam semesta secara spiritual,” kata Rasid.
“Bacaan sholawat juga dapat menjadi pengingat yang jitu jika kita mulai lupa kepada tugas dan tanggung jawab. Sholawat juga mencegah lupa kepada Allah dan Nabi Muhammad, semoga dengan Kukar Bersholawat masyarakat Kukar dan kabupaten ini dilimpahkan berkah," harap Rasid kepada korankaltim.com, Sabtu (9/9/2023) pagi tadi.
Politikus Golkar ini menegaskan pembaca sholawat Nabi Muhammad akan mendapatkan cinta dari Rasullullah. Membaca sholawat Nabi dapat meningkatkan kekuatan kita dalam menghadapi tantangan kehidupan guna meraih tujuan yang lebih besar dan mulia. Membaca sholawat dapat menjadi bagian dari mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT apapun bentuknya.
"Begitu banyak keutamaan membaca sholawat Nabi Muhammad SAW yang bisa didapatkan. Apalagi jika kita rajin mengamalkannya, maka potensi untuk mendapatkan rahmat, pengampunan dan perlindungan dari Allah SWT akan semakin besar. Jadi Kukar Bersholawat ini bagian dari pemerintah hadir langsung ditengah-tengah masyarakat untuk membumikan shalawat Nabi Muhammad SAW di Kutai Kartanegara, semoga dakwah dan syiar ini terus Istikomah kita lakukan, dan kami mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat mari kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari untuk terus bersholawat," sebut Rasid.
Kukar Bersholawat malam tadi dihadiri ulama kenamaan asal Pekalongan, Jawa Tengah yaitu Habib Ali Zainal Abidin Assegaf, Habib Muhammad Al Jufri, Habib Aulia Bin Yahya, dan KH Zhofaruddin atau yang akrab disapa Guru Udin asal Kota Samarinda. (Adv)
Editor: Aspian Nur