Rapat dipimpin Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasid didampingi seluruh unsur pimpinan Wakil Ketua I Alif Turiadi, Wakil Ketua II Didik Eko Wahono, Wakil Ketua III Siswo Cahyono dan seluruh anggota DPRD Kukar. Sedangkan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dihadiri Wakil Bupati, Rendi Solihin bersama perwakilan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Laporan Badan Anggaran (Banggar) dibacakan oleh Hamdan. Dalam laporannya disebutkan proyeksi KUA dan PPAS 2024 yaitu pendapatan daerah diproyeksikan Rp11,69 triliun yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan sebesar Rp549 miliar, yang terdiri dari pajak daerah Rp160 miliar, retribusi daerah Rp7 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp32 miliar, lain-lain PAD yang sah Rp350 miliar.
Pendapatan transfer diproyeksikan sebesar Rp10,90 triliun, yang terdiri dari pendapatan transfer pemerintah pusat Rp10,25 triliiun, pendapatan transfer antar daerah Rp650 miliar. Lain-lain pendapatan daerah yang sah diproyeksikan Rp250 miliar, yang merupakan pendapatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Belanja daerah diproyeksikan Rp12,44 triliun yang terdiri dari belanja operasi Rp6,52 triliun, belanja modal Rp4,78 triliun, belanja tidak terduga Rp100 miliar, belanja transfer Rp1,04 miliar. Penerimaan pembiayaan yang berasal dari pembiayaan netto diproyeksikan Rp750 miliar.
"Ya sekitar 12 sekian artinya ini ada peningkatan dari APBD kita yang sebelum-sebelumnya tentunya peningkatan ini harus benar-benar kita kelola baik-baik makanya kita minta dengan pemerintah bagaimana untuk mempersiapkan ini sebaik-baiknya," kata Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasid usai paripurna.
Rasid berpesan jangan sampai anggaran Kukar yang cukup besar ini nanti tidak tepat sasaran sehingga mubazir, makanya ini perlu perhatian kita semua bagaimana bisa melaksanakan APBD 2024 ini secara maksimal.
Setelah paripurna ini lanjut Rasid, akan dilanjutkan dengan kegiatan prioritas untuk pembahasan APBD perubahan 2023. "Akan kita lanjutkan dengan kegiatan-kegiatan Banggar karena ini waktunya mepet, kalau murni (APBD 2024) kan masih lama, tapi kalau untuk perubahan ini kan waktunya singkat tentunya yang menjadi fokus kita apa yang kita sepakati kemarin akan kita bahas dengan tim Banggar TAPD. Untuk targetnya kalau bisa bulan ini, karena ini kan waktu kita sempit sementara perubahan kita (anggarannya) cukup lumayan besar," tegas Rasid. ( ADV)
Editor: Maruly Zainuddin