Rasid bersama rombongan ke Desa Banua Puhun untuk menghadiri pembukaan Festival Adat dan Modern Ekspo di desa tersebut Sabtu (10/6/2023) kemarin.
Mereka melewati jalan antar kecamatan yang menghubungkan desa-desa di Kecamatan Tenggarong, Sebulu dan Muara Kaman. Jalan Desa Rapak Lambur Kecamatan Tenggarong menuju Desa Sanggulan Kecamatan Sebulu kini telah terbangun jalan semenisasi sangat mulus.
Setelahnya mereka menyeberang Sungai Mahakam menggunakan kapal feri tradisional menuju Desa Teratak Kecamatan Muara Kaman berlanjut perjalanan darat hingga ke Desa Benua Puhun yang masih berupa jalan tanah dan ketika hujan, akses jalan ini menjadi licin karena terdapat genangan lobang-lobang yang berpotensi lakalantas tunggal bagi pengendara roda dua.
Kondisi jalan yang dikeluhkan masyarakat itu membuat Rasid secara kelembagaan siap merealisasikan perbaikan dengan mengawal pembangunan akses jalan tersebut.
Jalan Teratak sampai ke Benua Puhun siap direalisasikan perbaikannya, saat ini terus berprogres, masyarakat kami minta bersabar," kata Rasid kepada Korankaltim.com, Minggu (11/6/2023).
Akses jalan yang baik memang menjadi prioritas Pemkab Kukar berkat sinergi yang baik antar eksekutif dan legislatif.
"Yang pasti akan kami buat jalan yang bagus agar perekonomian masyarakat semakin meningkat sehingga saat ada even seperti di Benua Puhun maka semakin banyak masyarakat yang datang karena mudahnya akses jalan antar desa dan kecamatan," papar Rasid.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Restu Irawan mengungkapkan akses jalan rusak yang dimaksud sudah masuk dalam ruas kabupaten yang akan diperbaiki oleh Dinas PU Kukar sepanjang 25 kilometer. Titik yang diperbaiki mulai dari Desa Muara Kaman Ilir, Benua Puhun dan Teratak.
Di Desa Teratak sendiri, anggaran Rp2 Miliar akan digunakan penanganan sementara pada ruas jalan sepanjang 500 meter. Selanjutnya 2 kilometer di tahun berikutnya dan selanjutnya akan diperbaiki dengan cara bertahap, mengingat ruas jalan yang sangat panjang.
“Dalam pantauan kami, penyebab utama jalan tersebut rusak karena terendam banjir empat kali pada 2022 lalu, diperparah lagi posisi jalan itu berada di bawah elevasi Sungai Mahakam, makanya terendam banjir. Jadi becek, terlebih pada saat musim hujan, jadi penanganan pertama yang kami lakukan berupa pengerasan dulu, InsyaAllah di APBD Perubahan 2023 kita anggarkan lagi untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Restu. (Adv)
Editor: Aspian Nur