Rapat dilaksanakan di Ruang Rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kukar dihadiri Wakil Ketua Komisi II DPRD Kukar, Betharia Magdalena, Ketua Komisi I DPRD Kukar Yohanes Badulele Da Silva bersama Anggota Komisi I, Muh Shaleh.
Betharia mengatakan dirinya sebagai wakil rakyat asal zona VI terlebih lagi berasal dari Desa Ritan Baru berharap kerjasama yang baik dari pihak APT yang telah membuat komitmen, seharusnya direalisasikan sesuai kesepakatan perjanjian.
"Yang sekarang jadi permasalahan ini kan dari masyarakat kita bahwa adanya perjanjian namun belum terealisasi 100 persen bahkan mungkin masih sekitar 20-30 persen kenapa karena pembagian dari komitmen satu juga belum pernah didapatkan dari awal produksi dan sampai tahun ini yang tadi kita dengar bersama baru membantu sekitaran 402 juta," ungkap Betharia.
Adapun realisasinya sejauh ini dari perjanjian sejak 2018, hanya sebatas penunjang sarana air dan bidang kesehatan. Padahal sejatinya air bersih di Ritan Baru ini berasal dari Dana Pokok-pokok Pikiran (Pokir) Betharia.
"Saya katakan saya tahu air bersih itu padahal itu dari Pokir saya sekitar 1,8 miliar gitu ya tapi enggak apa-apa, terima kasih lah walaupun belum air mengalir ke rumah sesuai CSR yang mereka mau terapkan itu juga cuma nunggu janji dari pihak APT supaya ada lah satu komitmen yang betul-betul dijalankan sesuai kesepakatan antar masyarakat desa Ritan Baru," terangnya.
Adapun kesepakatan yang diminta oleh warga yaitu disesuaikan dengan produksi berapa ton batu bara per tahun. "Tidak harus mengacu kepada 2000 atau 1500, kalau per tahun itu kalaupun ada cuma 800 ton ya sudah kita hitunglah sesuai dengan produksi perusahaan saat ini juga, kita tidak melebihkan karena semua kan ada aturannya tuh CSR enggak melebihi tadi katanya sekarang enggak melebihi 1.000 rupiah gitu kan kepada masyarakatnya itu bentuk kerjasama pihak perusahaan kepada masyarakat melalui CSR," jelasnya.
Adapun maksud realisasi dari PT APT ini dalam pengalokasian ke warga Desa Ritan Baru berupa program kerja yang sifatnya untuk sosial kemasyarakatan dan kebutuhan hak dasar.
"Berupa program nyata ya kalau saya sih tidak sepakat kalau uang cash ya takutnya nanti ada permasalahan timbul lagi mendingan kita membantu dengan bentuk program, contoh misal kayak misalkan air bersih, beasiswa kepada anak yang kurang mampu kan rata-rata di sana anak petani. Jadi saya juga sangat mendukung kita ini dirasakan dalam seni pendidikan kesehatan dan pelayanan umum," tegasnya. (adv)