Siswo Cahyono atas nama perwakilan DPRD Kukar mengatakan bahwa pihaknya sangat menyambut baik kedatangan kolega sesama legislator ini yang tujuannya untuk silaturahmi dan ingin tahu seperti apa kondisi Kukar yang dicanangkan sebagai IKN.
"Sebelum ke Kukar mereka sudah berjalan ke Titik Nol. Yang ingin mereka ketahui di Kukar adalah bagaimana kondisi perusahaan tambang, cuma kita tidak ada waktu mengajak berjalan ke perusahaan tambang karena batu bara itu merupakan sesuatu yang jarang di lihat oleh mereka di daerah Jawa. Apalagi identiknya yang terbesar dari postur APBD kita inikan dari Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dan Batu Bara," kata Siswo kepada awak media usai menyambut kedatangan DPRD Madiun.
Siswo mengungkapkan ada sharing informasi yang dilakukan dari pertemuan yang berlangsung hangat dan identik dengan keakraban ini antar sesama legislator ini. DPRD Madiun ingin belajar, berapa APBD Kukar. Setelah pengetokan, secara proporsionalnya seperti apa. Sampai saat ini Kukar masih didominasi oleh DBH, APBD juga belum signifikan.
"Kalau anggaran APBD mereka itu sebesar Rp 1,9 Triliun, sudah termasuk gaji sedangkan di Kukar hampir Rp 2 Triliun itu untuk gaji. Jadi terkesima sekali melihat kondisi Kukar, tetapi mereka baru paham walaupun APBD Kukar itu besar, ternyata wilayah daerahnya juga luas. Saya sampaikan, Samarinda dan Balikpapan itu luasnya kurang lebih satu kecamatan di Kukar. Muara Kaman dan Tabang itu sudah sama dengan Samarinda dan Balikpapan," ungkapnya.
Siswo yang juga penggiat serta pecinta olahraga silat ini menegaskan pihaknya bersyukur dikunjungi oleh Anggota DPRD Madiun yang notabene indentik dengan Kota-nya para pendekar.
"Kabupaten Madiun itu kampung pesilat. Kebetulan rombongan dari DPRD Madiun yang hadir ini juga orang silat, ada yang dari PSHT, Kera Sakti, Pagar Nusa dan Merpati Putih. Selama ini kita ketahui pusat perguruan besar berada di Madiun, ternyata mereka-mereka tadi juga para sesepuhnya perguruan yang ada disana," demikian Siswo.(adv)
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor: Rusdi