"Itu hebatnya kami ini ngurusi bukan manusia maha yang diurusi, termasuk mamalia air tawar jua diurusi, terkait dengan konservasi pesut Mahakam Raperda itu kita berupaya untuk bisa mencari regulasi karena ini banyak hal dan banyak komponen yang dilibatkan," jelas Zulfiansyah dengan nada sedikit bercanda saat dikonfirmasi korankaltim.com, Minggu (13/11/2022).
Politikus PPP ini mengungkapkan dalam bekerja, Pansus bergerak secara menyeluruh dan penuh kehati-hatian karena kawasan konservasi di Sungai Mahakam ini banyak hal dan komponen penting yang terlibat.
"Diantaranya dikala menentukan wilayah konservasi itu Mahakam itu kan bukan seperti laut yang begitu di-kapling kendaraan yang melintas bisa memutar, nah kalau Mahakam Etam kapling, maka orang dan kapal ponton lewat mana, dari situ kita bisa membaca dan Etam butuh kehati-hatian, satu sisi Etam butuh investasi tapi dari satu sisi pun Etam harus memelihara habitat dan lingkungan," ungkapnya.
Kehati-hatian penting dilakukan karena menjaga keberlangsungan Pesut Mahakam ini sangat penting bagi upaya melestarikan habitat asli perairan Sungai Mahakam karena merupakan hewan endemik, namun disisi lain investasi untuk menopang perekonomian daerah juga wajib secara bijak diakomodir.
"Jangan sampai pesut itu menjadi kesah maha yang nantinya akan menjadi satu hikayat dongeng dari jumlahnya yang awalnya ratusan sekarang ini informasi terakhir itu sisa 67 ekor saja, ironis. Ya harapannya dengan adanya perda konservasi pesut Mahakam itu bisa dilindungi baik itu dari limbah maupun dari alur transportasi sungai terutama ponton, karena sering ditemukan kasus itu badan pesut luka-luka akibat benturan dengan kapal ponton," tegasnya. (Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Rusdi