"Kami bawakan seni tarsul selain memang agar suasana keakraban lebih mencair juga bertujuan sebagai bentuk kepedulian kami terhadap seni budaya asli Kutai yang dimiliki," kata Rasid kepada Korankaltim.com.
Rupanya lantunan tarsul dari suara khas Ketua DPRD Kukar ini mampu menghipnotis dan menghibur seluruh tamu undangan yang hadir serta tak jarang riuh tepuk tangan dan sorakan penyemangat selalu menghiasi tatkala Rasid rampung melantunkan syair-syair dari tarsul yang dinyanyikan.
Sebagai informasi Tarsul merupakan salah satu seni budaya Kutai yang sampai sekarang masih ada di dalam masyarakatnya. Tradisi tarsulan diawali masuknya agama Islam di daerah Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Seperti kita ketahui agama Islam berasal dari Arab yang masuk ke Nusantara ini melalui para pedagang Gujarat. Maka tidaklah mengherankan bersama masuknya agama Islam, masuk pula seni sastranya yang diantaranya berbentuk syair.
Tarsul Kutai ada dua macam, yaitu Tarsulan Berkhatam Al Quran dan Tarsulan Perkawinan. Tarsulan Berkhatam/Betamat Al Quran berkaitan dengan tardisi agama, khususnya agama Islam. Sedangkan Tarsulan Perkawinan berkaitan dengan tradisi adat perkawinan suku Kutai dan dalam perkembangannya sering dipertontonkan dalam setiap Seni pertunjukan dalam event tertentu tak terkecuali pada perayaan pesta adat Erau Pelas Benua ini.
Namun saat ini sudah sedikit masyarakat yang mau melantunkan tarsul, terutama generasi muda. Karena para generasi penarsul yang ada saat ini sudah terbilang sepuh yang belum memiliki penerus. Inilah salah satu tujuan dari Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid yang ingin kembali mengingatkan bahwa pentingnya menjaga dan melestarikannya adat istiadat budaya asli Kutai ini kepada seluruh lapisan masyarakat melalui perayaan HUT ke 240 Kota Tenggarong tahun ini.
Nyatanya hal ini banyak mendatangkan pujian, tak terkecuali pujian langsung disampaikan oleh Bupati Kukar H Edi Damansyah sesaat sebelum membacakan pidato peringatan dan sejarah lahir dan berdirinya Kota Tenggarong.
"Pria yang pandai tarsul tu biasanya lagi mudanya (semasa muda) hebat merayu cewek," ucap Edi yang langsung disambut riuh sorakan dan tepuk tangan seluruh tamu undangan yang hadir.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur