"Kok sampai bisa seperti itu, tentu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, pengelolaan sampah ini kan kegiatan dasar dan jangan seolah-olah diabaikan, kami DPRD Kukar berharap agar kejadian ini tidak berlangsung lama dan segera diatasi. Jangan terkesan diabaikan," tegas Siswo kepada Korankaltim.com, Jumat (23/9/2022).
Bertumpuknya sampah hingga ke jalan ini tentu sangat memberikan dampak yang negative, yaitu dampak terhadap kesehatan, lingkungan dan dampak sampah terhadap sosial dan ekonomi.
"Alat berat sudah tua dan sekarang rusak, harusnya itu bisa dicegah dong kalau memang pemerintah ini tidak mengesampingkan pengelolaan sampah, kan ini kegiatan rutin. Padahal kami di legislatif selalu menganggarkan untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya rutin, oleh sebab itu kami tegaskan kondisi di Bekotok kami minta jangan berlarut-larut, sebelum sepekan harus sudah teratasi," ujar politikus dari PKB ini.
Sebagai informasi kondisi tumpukan sampah ini sudah berlangsung selama enam hari sejak Minggu (18/9/2022) lalu. "Sudah 4 hari ini terpaksa ditumpuk di pinggir jalan, biasanya sampah tersebut dimasukkan ke dalam lubang yang telah disediakan. Namun, karena alat beratnya rusak, jadi tidak bisa (digunakan)," kata petugas di TPA Bekotok.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (KPP) Dinas Perkim Kukar, Abdul Samad mengakui apa yang terjadi di TPA Bekotok.
"Sampah tidak bisa diurai karena alat beratnya mengalami kerusakan. Dari 3 unit alat berat yang ada, 2 unit sudah tidak bisa beroperasi. Hanya tersisa 1 unit yakni eksavator, namun beberapa hari lalu juga mengalami kerusakan," ujar Samad.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur