Ketua Komisi II DPRD Kukar, Sopan Sopian mengatakan, kunjungan pihaknya bersama rekan-rekan ke PLN UP3 Balikpapan ini untuk mencari kejelasan terkait seluruh wilayah Kukar agar bisa teraliri listrik selama 24 jam. Terutama di daerah-daerah yang langsung beririsan dengan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) seperti di dua kecamatan yakni Samboja dan Muara Jawa.
"Dari pertemuan itu kami apresiasi tinggi karena PLN UP3 Balikpapan berkomitmen penuh menyediakan ketersediaan listrik 100 persen. Mereka berkeyakinan bahwa ke depan tidak ada satu desa yang belum menikmati aliran listrik," kata Sopian saat dikonfirmasi korankaltim.com, Jumat (23/9/2022).
Dalam pertemuan dengan komisi gabungan DPRD Kukar lalu, telah dijelaskan dalam rancangan kerja yang dipaparkan oleh PLN UP3 Balikpapan hingga 2024 mendatang. Secara perlahan, seluruh desa akan terkoneksi oleh aliran listrik dengan menggunakan jaringan terdekat masing-masing wilayah. Hingga daerah terpencil di lingkup RT sekalipun di setiap desa.
“PLN menyambut baik masukan itu, wilayah yang memang tidak bisa terjangkau PLN itu akan diusahakan direalisasikan. Terutama untuk perluasan wilayah jaringan,” jelas Politikus Gerindra ini.
“Minimal mereka punya fokus perhatian kepada wilayah yang berada di IKN tadi, yang masuk dalam penyangga IKN,” timpalnya.
Bentuk keseriusan tersebut, Sopian menegaskan bahwa PLN UP3 Balikpapan sudah merancang terkait program desa yang jauh dan tidak terjangkau jaringan listrik dengan akan dibangun dan diusahakan program listrik komunal atau tenaga surya. Layaknya seperti di Desa Muara Enggelam, Kecamatan Muara Wis.
Meski ada keterbatasan daya, sehingga manfaat listrik yang dirasakan masyarakat tidak terlalu maksimal. Namun tetap mengharapkan adanya pembangunan tower listrik. “Mereka menganggap hal itu bukan hal yang tidak mungkin, mungkin saja misalnya dilakukan,” ungkap Sopian.
Penulis :Muhammad Heriansyah
Editor: Maruly Zainuddin