"Ya, dengan dibukanya kembali objek wisata Pulau Kumala, pemerintah daerah harus mengelola dengan baik, dilakukan promosi secara maksimal, sehingga apa yang menonjol di Pulau Kumala tersebut bisa menarik pengunjung untuk berwisata di Pulau Kumala," kata Rasid sapaan akrabnya kepada korankaltim.com, Minggu (4/9/2022).
Menurut politikus Golkar ini, promosi harus terus dilakukan secara maksimal, karena hal tersebut adalah bagian dari pengelolaan aset wisata secara baik. Promosi bisa dilakukan melalui media elektronik, media sosial, maupun yang lainnya.
"Objek wisata Pulau Kumala berpotensi dapat meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) jika pengelolaannya dilakukan secara maksimal, terus saja lakukan promosi dan pemeliharaan yang baik. Terkait wahana dan fasilitas yang ada saat ini ya mari kita jalankan saja dulu Pulau Kumala ini. Kita belum tahu ke depan pengunjung yang datang seperti apa, sejauh mana nanti pendapatannya, baru kelihatan hasilnya," sebutnya.
Menurutnya, dampak positif dibukanya kembali Pulau Kumala yang khas dengan nuansa kearifan lokal Kutai serta adanya jembatan Reporepo tentu akan dirasakan oleh semua pihak, baik masyarakat sekitar maupun pelaku UMKM.
"Dengan dibukanya kembali Pulau Kumala tentu ekonomi kreatif akan semakin tumbuh, karena di Pulau Kumala terdapat beberapa pelaku UMKM, maupun usaha permainan dan multiplayer efek lainnya, ya warung-warung rumah makan dan pedagang lainnya di sekitaran Tenggarong juga pasti akan bertambah omzetnya, sehingga diharapkan perputaran ekonomi di Kukar akan semakin bagus lagi," demikian Rasid. (Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Maruly Zainuddin