"Di Kelurahan Melayu yang menjadi kebutuhan utama masyarakat di seputar Danau Lipan, Danau Aji itu perbaikan drainase yang ada di wilayah tersebut, karena memang keberadaan masyarakat yang ada di Danau Aji itu dulunya kan itu daerah rawa dan menjadi tempat pembuangan air dari dataran tinggi seperti kawasan Gunung Sentul, Gunung Jati dan Kelambu Kuning itukan larinya ke Danau Aji yang menjadi daerah serapan air," kata Rasid.
Saat ini karena perkembangan penduduk dan perkembangan pembangunan terus bergerak dan bertambah maka kawasan tersebut mengalami kekurangan tempat untuk daerah serapan air, yang disebabkan karena dimanfaatkan untuk kegiatan perumahan dan kegiatan lainnya.
"Dalam kondisi sekarang tentu menjadi masalah jika terjadi musim hujan dan curah hujan yang tinggi jadi air itu masuk ke rumah warga, padahal meskipun sebelumnya sudah dilakukan upaya pemerintah untuk mengantisipasi berkaitan masalah banjir yang ada disitu, salah satunya ya kita membedah Gang Wakaf kemudian dibikinkan gorong-gorong di bawahnya yang berfungsi untuk membuang air tembus ke jalan Maduningrat, langkah kita juga kemarin membuat parit supaya dari Kelambu Kuning ke Gang Wakaf itu membuat parit dari Kelambu Kuning tembus ke Unikarta dengan harapan air bisa terbuang ke sungai kawasan Loa Ipuh," ungkapnya.
Tapi upaya yang dilakukan pemerintah ini sepertinya belum bisa menyelesaikan masalah persoalan luapan air yang terjadi jika curah hujan sedang tinggi sehingga menyebabkan air masuk ke rumah warga.
"Makanya nanti kita akan koordinasi dengan dinas terkait untuk mempelajari kondisi yang ada di kawasan warga di Danau Lipan berkaitan solusi drainase di wilayah situ, harapan saya minimal nanti ada langkah konkret yang dilakukan dinas PU dan Dinas Perkim untuk membuat drainase melancarkan air jika musim hujan terjadi," tegasnya. (Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur