"Beban moral kalau kami jadi anggota DPRD Kukar tapi tidak memikirkan Loa Ipuh Darat, karena sejarah hidup saya tidak bisa dilepaskan dari Loa Ipuh Darat. SD saya lulus di SD Loa Ipuh Darat SD di Kilo 9, artinya sungai dalam Tenggarong itu ya itu sudah menjadi jalanan saya mulai masa kecil mulai bahari sudah tidak asing lagi. Jadi ya bagian hidup saya tidak bisa lepas dari Loa Ipuh Darat," ungkapnya.
Dengan melakukan reses di Kelurahan Loa Ipuh Darat, Rasid berharap semua kegiatan yang dilaksanakan baik di APBD Perubahan dan tahun depan bisa maksimal dilaksanakan di Loa Ipuh Darat.
"Sebagaimana dipersiapkan di perubahan ini kegiatan jalan Ketapang disiapkan anggaran dua sampai tiga miliar rupiah kemudian Jalan Mualaf dirampungkan 1,5 kilometer, kalau tidak berubah kata Kadis PU juga dikerjakan di tahun ini, anggaran sekitar 5-6 untuk tahun depannya juga perbaikan spot-spot gorong-gorong. Jalan ini menjadi penting karena akses alternatif dan akses utama. Kalau jalan ini bagus orang akan milih jalan ini daripada jalan Triyu," sebutnya.
Politikus Golkar ini menyampaikan kegiatan reses ini tentunya menjadi masukan sebagai dasar untuk perjuangan Rasid di DPRD. "Artinya saya juga prihatin dengan kondisi kita, kadang saat berkunjung ke kecamatan lain daerah sana akses jalan bagus tapi kenapa kok di daerah kita akses jalan masih terbatas inilah yang menjadi perjuangan saya sehingga mungkin harapan ke depan akses jalan bisa termanfaatkan yang baik. Begitu juga di Bendang Rapak Lambur, tahun ini InsyaAllah akan tersambung, sekarang ini akses jalan ini cuma sampai di perbatasan saja tapi tidak tembus ke Rapak Lambur," tutup Rasid. (Adv)
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur