"Keseriusan untuk sektor pengawasan harus dikuatkan, misalnya ada nelayan nakal yang merusak ya cepat ditindak, jangan sampai kesannya dibiarkan. Banyaknya temuan pesut mati gara-gara tersangkut alat tangkap tradisional nelayan juga dikarenakan karena minimnya pengawasan dari pihak dinas," kata Haji Jeong, sapaan akrab H Azhari Nuryadi kepada korakaltim.com, Jumat (19/11/2021).
Politikus Golkar ini turut memberikan apresiasi kepada DKP yang sejauh ini telah melakukan sosialisasi dan imbauan kepada para nelayan agar turut menjaga kelestarian ekosistem dengan tidak mempergunakan alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan dan membahayakan bagi perkembangan habitat Pesut Mahakam.
"Namun sosialisasi saja tidak cukup sehingga diharapkan intervensinya dari Dinas Perikanan dibidang pengawasan untuk memulihkan kejayaan perikanan, semua lini harus mendukung kami pun dari legislatif siap mendukung melalui fungsi penganggaran namun terutama dari pemerintah untuk eksekusi di lapangan dan pengawasan," sebutnya.
Haji Jeong yang terpilih dari Dapil VI ini menegaskan pihak masyarakat nelayan juga diharapkan mampu mendukung upaya bersama ini dengan menggunakan alat tangkap yang disarankan oleh Dinas dan tidak menyalahi aturan.
"Lebih menjaga yaitu termasuk pembatasan alat-alat tangkap, warga harus patuh dan Dinas juga wajib tegas. Khusus pesut itu kan keluar masuknya dari Sungai Pela masuk ke Danau dan itu juga kami sudah berkoordinasi bersama perikanan dan mereka tahu jalur-jalur nya pesut itu guna mengetahui di titik mana saja yang tidak diperbolehkan dipasang alat tangkap," tutup Haji Jeong.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur