“Nama Sultan Aji Muhammad Idris harus diabadikan pada salah satu bangunan, jalan atau bangunan infrastruktur lainnya yang ada di Kutai Kartanagera bahkan di Kaltim sebagai bentuk kebanggaan kita ada satu putra terbaik Kutai yang menjadi pahlawan nasional dalam turut berjuang melawan penjajah untuk kemerdekaan bangsa,” kata Ria kepada korankaltim.com, Senin (15/11/2021) hari ini.
Diketahui gelar pahlawan nasional secara resmi dianugerahkan kepada Sultan Aji Muhammad Idris oleh pemerintah RI melalui Presiden Jokowi saat hari Pahlawan 10 November pekan lalu.
Iyak, sapaan akrab Ria Handayani menyebutkan, dengan diabadikannya nama Sultan Aji Muhammad Idris untuk dijadikan nama gedung atau jalan dan infrstruktur yang diperuntukkan bagi fasilitas public bisa jadi sarana bersama untuk mengedukasi kepada generasi sekarang dan akan datang kalau Kukar pernah ada pahlawan nasional yang berasal dari tanah Kutai.
“Anak-anak muda saat ini dan yang akan datang wajib tahu Sultan ke-14 dalam sejarah kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura adalah sosok panutan dalam hal patriotisme dan keberanian tak gentar melawan segala bentuk penindasan dan penjajahan,” paparnya.
“Meskipun penjajahan itu tidak terjadi ditempat tinggal kita, seperti kisah heroic Sultan Idris yang membantu melawan penjajahan untuk kemerdekaan di Wajo,” imbuh anggota Komisi II dari Dapil I Tenggarong ini.
Sekretaris Daerah Kukar Sunggono mengatakan, pemkab merasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena ada putra terbaik Kutai Kartanegara Sultan Aji Muhammad Idris telah dianugerahkan gelar pahlawan nasional.
"Mudah-mudahan ini menginspirasi semua orang di Kukar, juga di Kaltim tentang upaya-upaya yang perlu kita lakukan dalam rangka mempertahankan dan berjuang untuk membela negara," kata Sunggono.
Gelar Pahlawan Nasional kepada Aji Muhammad Idris ini diharapkannya mendongkrak semangat dalam menjaga persatuan dan kesatuan dalam rangka membangun Kukar.
Sementara Sultan Aji Muhammad Arifin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden RI Joko Widodo yang telah menganugerahkan gelar pahlawan kepada Sultan ke-14 Kutai Kartanegara Ing Martadipura ini.
Setelah ini diharapkan nama Sultan Aji Muhammad Idris dapat diabadikan pada penamaan infrastruktur yang ada di Kukar maupun Kaltim nantinya.
"Mungkin untuk persiapan nama jalan, nama gedung, nama perkantoran, nama bandara mungkin. Itu mungkin akan terjadi," kata Aji Muhammad Arifin.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur