Khusus tahun ini, penyelesaian pembangunan hanya dilakukan untuk pasar kering saja. Pasar basah di desa itu telah selesai dibangun pada tahun 2020 lalu.
Anggota Komisi III DPRD Kukar, Heri Asdar, mengatakan proyek pembangunan pasar kering itu akan diselesaikan pada akhir tahun 2021 ini. "Tentu kami menyambut baik keberadaan pasar itu, karena sangat ditunggu oleh masyarakat kami," kata Heri saat dikonfirmasi korankaltim.com, Kamis (4/11/2021).
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kukar ini menegaskan selama ini pedagang tidak memiliki tempat yang representatif untuk berjualan. Mereka hanya memanfaatkan trotoar di pinggir jalan, bahkan tak jarang hingga ke badan jalan. Tentunya hal ini mengganggu para pengendara yang melintas.
“Keberadaan pasar ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat, karena kita belum punya selama ini dan pedagang tidak perlu berjualan di pinggir jalan lagi," ungkapnya.
Anggaran yang digunakan kurang lebih Rp1 miliar, dan itu masih belum termasuk dengan terminal dan tempat parkirnya.
Anggota DPRD Dapil III Anggana, Muara Badak Marangkayu ini menyebutkan, untuk hal tersebut memang diperlukan anggaran tambahan.
“Butuh anggaran lebih, kabarnya penambahan anggaran akan dimulai tahun 2022. Kami berharap, pasar kering dapat berdampingan dengan pasar basah di atas lahan seluas satu hektare itu. Tentunya, pembangunan diharapkan dapat berjalan dengan cepat dan selesai tepat waktu," pungkasnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan