Anggota Komisi II DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Sopan Sopian mengatakan setiap tahunnya selalu saja sedikit demi sedikit terjadi kerusakan pada jembatan ulin itu.
“Selain faktor usia yang sudah 40 tahunan lebih, jembatan ulin ini juga setiap harinya dilintasi oleh kendaraan bermotor, karena warga sekarang kan banyak yang punya motor, apalagi kalau mau bawa sembako biasanya pakai yang roda tiga, jadi tidak terlalu kuat (jembatan), banyak yang bolong-bolong dan rapuh kayunya,” ungkap Sopan saat dikonfirmasi korankaltim.com Selasa (2/11/2021).
Politikus Fraksi Gerindra ini menyebutkan kerusakan tetap tak terelakkan meskipun terkadang perbaikan juga dilakukan oleh warga setempat dengan mengandalkan swadaya masyarakat guna perawatan terhadap akses jalan yang menjadi ikonik Kecamatan Muara Muntai ini.
"Tentunya hal ini menjadi suatu permasalahan jika kerusakan terus terjadi, mengingat harga kayu ulin yang terbilang mahal. Apalagi mengambilnya di daerah Kutai Barat, ini masih jadi masalah yang belum selesai,” sebutnya.
Sopan menegaskan, pihaknya selaku perwakilan anggota DPRD yang berasal dari Dapil VI Muara Wis, Muara Muntai, Kenohan, Kembang Janggut, Tabang dan Kota Bangun ini sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait baik itu aparatur kecamatan maupun OPD teknis.
Akan diupayakan dan rencananya jembatan ulin itu bakal dicor beton. Selain untuk memperbaiki kerusakan, ini juga diupayakan untuk menanggulangi polusi suara yang disebabkan jembatan Ulin tersebut jika setiap dilalui kendaraan diatasnya.
"Rencananya mau dicor beton, selain bertujuan untuk memperbaiki kerusakan juga menghilangkan bunyi yang cukup menganggu saat kendaraan melintas. Namun, untuk lebih lanjutnya, belum ada informasi pasti soal rencana perbaikan pada jembatan itu," tutup Sopan.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur