"Kita harus bersatu dalam keberagaman bangsa Indonesia dan pemuda harus mampu menjadi agen penggerak untuk kita semua bangkit melawan pandemi Covid-19 dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi dengan semangat kewirausahaan para pemuda, jiwa entrepreneurship," kata Iyak, sapaan akrabnya yang merupakan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kukar ini kepada korankaltim.com, Kamis (28/10/2021).
Pemuda di era sekarang khususnya dalam peran melawan pandemi Covid-19 diharapkan mampu menularkan semangat kepemudaan dan memberikan pengaruh optimisme dalam menghadapi tantangan masa sekarang dan akan datang.
"Momen ini diharapkan bukan hanya sekedar peringatan saja tapi harus menjadi tambahan dan kobaran semangat agar kita semua mampu bangkit dan tumbuh. Kita yakini pasti ada hari yang indah menanti dikemudian hari setelah kita sama-sama melewati hari-hari kesedihan selama pandemi melanda. Seperti halnya pelangi indah yang muncul setelah turunnya badai menerpa kita," ucapnya.
Diketahui sejarah Sumpah Pemuda berawal dari pendirian organisasi yang bersifat kedaerahan untuk melawan penjajahan lokal. Beberapa organisasi kedaerahan yang didirikan pada waktu itu adalah Tri Koro Darmo yang berganti nama menjadi Jong Java, didirikan tahun 1915. Selain itu, didirikan pula Jong Soematranen Bond pada tahun 1917 dan Jong Islamieten Bond tahun 1924.
Para pemuda tersebut kemudian menyelenggarakan dua kali kongres. Kongres pertama berlangsung pada tahun 1926 melahirkan Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggotakan pelajar dari seluruh Indonesia dan kongres kedua tahun 1928 melahirkan sumpah setia yang disebut ikrar Sumpah Pemuda.
"Semoga dengan memahami sejarah bangsa tentang perjuangan pemuda, kita pemuda masa kini bisa mengisi kemerdekaan ini dengan kontribusi yang nyata untuk peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat Kutai Kartanegara keseluruhan dengan sunbang pemikiran dan tenaga serta wakaf waktu kita," ujar Iyak. (Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur