Wakil Ketua II DPRD Kukar Didik Agung Eko Wahono mengatakan semua pihak yang berkepentingan harus duduk bersama, karena persoalan ini bukan hanya pada pemerintah daerah tapi juga semua pihak, terutama Pertamina selaku produsen.
Politikus PDIP ini menekankan dan memberi sorotan khusus kepada pihak Pertamina, karena harus memberikan solusi jangan hanya berjualan saja. "Pertamina harus hadir dan berikan solusi, jangan tahunya jualan saja. Kalau pasokan kurang ya kuotanya tambahi. Jangan dibebankan kepada wilayah atau daerah, kalau bagi masyarakat yang mengantre ini mereka korban jangan salahkan mereka, mereka ini mencari nafkah," kata Didik kepada Korankaltim.com, Jumat (28/10/2021).
Didik menganalisa jika mengacu pada fenomena ekonomi sosial, penyebab antrean panjang ini karena kuota BBM yang tidak mencukupi bagi kebutuhan masyarakat.
"Masyarakat yang mengantre ini korban, awalnya antre di sebelah (kawasan jalan Arwana) kemudian diusir dan dipindahkan di samping DPRD dan depan kantor bupati tapi juga dialihkan karena menjadi penyebab kemacetan. Belum ada solusi yang tepat, sejauh ini pemerintah melalui Dinas Perhubungan hanya melakukan upaya penertiban pemindahan antrean kendaraan saja. Mereka ini korban, nah kalau korban tentunya perlu kita tolong," bebernya.
Pertamina harus hadir memberikan solusi. Kota Tenggarong hanyalah contoh atau cerminan dari sekian daerah yang juga mengalami persoalan yang sama.
"Di daerah lain juga seperti ini. Kalau disebutkan karena adanya keberadaan tambang, ya gak masuk akal, di Balikpapan gak ada tambang tapi kenapa kok juga ngantre, jadi Pertamina harus hadir jangan pemerintah daerah saja yang hadir, apa solusimu Pertamina," demikian Didik.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan