Ketua Fraksi Golkar DPRD Kukar ini menjelaskan, pembangunan jembatan ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat karena akses jembatan satu-satunya yang sudah berusia seratus tahun lebih itu sedang diperbaiki Pertamina. "Kan jembatan yang aset milik Pertamina itu sedang diperbaiki dan dibangun ulang, makanya kami kemarin DPRD mengusulkan agar dilakukan pembangunan jembatan yang letaknya tidak jauh dari jembatan yang dibangun Pertamina. Kalau bangunan jembatan Pertamina itu sudah berdiri sejak tahun 1900," jelasnya.
Seyogyanya jembatan yang kini sedang dibangun oleh Pertamina sudah rampung dan bisa dilalui karena dibangun dengan bahan kayu dan memang ini dimaksudkan untuk sementara saja.
Heri yang merupakan anggota Dewan terpilih dari Dapil Anggana, Muara Badak dan Marangkayu ini menegaskan sudah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak Pertamina bahwa jembatan yang sudah diperbaiki saat ini bersifat temporary saja.
"Iya itu dibangun oleh Pertamina namun sementara, nanti akan ditinggikan, karena kalau dengan konstruksi yang ada seperti sekarang, warga nelayan yang ada tidak bisa melintas kapalnya di bawah jembatan, makanya memang itu sementara saja nanti akan ditinggikan oleh Pertamina," ujarnya.
"Khusus untuk jembatan beton yang saat ini dibangun kita optimis rampung tahun ini, saat ini sudah pemasangan tiang pancangnya, itu kalau tidak salah kurang lebih nilainya dianggarkan Rp13 miliar," pungkas Heri.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan