Ketua DPRD Kabupaten Kukar Abdul Rasid sangat menyambut baik film ini karena bertujuan untuk mengangkat budaya daerah dan meggunakan dialog bahasa asli daerah.
"Tentu sangat disambut baik karena mengangkat kearifan lokal asli dan di-shoot langsung dari beberapa lokasi khas seperti Desa Kedang Ipil di Kecamatan Kota Bangun. Disana ada acara cerau (erau kecil) dan kuangkai (penguburan adat dayak), lanjut Desa Muara Enggelam untuk mengangkat masyarakat nelayan di Kecamatan Muara Wis," kata Rasid.
Selain itu film ini mampu mengangkat perekonomian masyarakat dengan menampilkan olahan kuliner khas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti pembuatan kerupuk ikan, pembuatan ikan salai, pija dan para pemain film juga bekerja sama dengan mahasiswa yang menyelesaikan studi akhir Kukar.
Sedangkan Perwakilan Dinas Pariwisata Kukar Ali Kontro mengatakan film ini memang memperkenalkan ciri khas Kukar dan menyampaikan pesan moral karena melalui film ini bisa memperkenalkan ekonomi kreatif. "Ini juga promosi dan persiapan Kukar untuk menjadi IKN, saat ini sudah kita persiapkan semua. Untuk kegiatan workshop dan training tiga hari, dilanjutkan pengambilan gambar di beberapa lokasi diantaranya Kecamatan Tenggarong, Kota Bangun dan Muara Wis. jika semuanya rampung kita akan melakukan launching," kata Ali. (Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur