"Saat ini kita sudah memasuki era globalisasi dan tentu kita semua sudah sangat terbiasa dengan perkembangan digitalisasi, sehingga semua dampak, baik itu positif maupun negatif sudah sangat mudah kita terima, ini pula yang harus kita pahami bersama dalam memaknai hlHari Kesaktian Pancasila di tahun ini," kata Rasid kepada korankaltim.com, Jumat (1/10/2021).
Politikus Golkar ini mengungkapkan salah satu era globalisasi yang perlu disikapi secara bijak agar tetap mendapatkan pengaruh positif namun tetap tak bisa terhindarkan dari pengaruh negatif adalah revolusi industri yang terkoneksi dengan digitalisasi. "Semua ini tidak bisa kita lepaskan dari pengaruh itu, otomatis ini juga dapat memberi dampak negatif terhadap lunturnya nilai kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila bagi warga Kutai Kartanegara khususnya dan Indonesia pada umumnya," ungkapnya.
Rasid berharap di peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini, supaya bisa secara mendalam dimaknai sebagai momentum untuk kembali merevitalisasi nilai-nilai Kesaktian Pancasila baik secara kenegarawanan dan dalam tatanan struktur instrumen kelembagaan baik institusi formal maupun informal.
Terkhusus bagi generasi muda, peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini harusnya dijadikan momentum untuk tetap bisa berdikari dan semakin menunjukkan rasa persaudaraan dan persatuan antar sesama generasi muda bangsa guna menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
"Pesan kami kepada anak muda Kukar dan Kaltim bahkan untuk Indonesia, teruslah bertekad dan semangat untuk terus belajar, bekerja, dan mengabdi serta mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, seperti persatuan dan kesatuan, semangat kebersamaan dan gotong royong. Jangan pernah luntur nilai-nilai Pancasila meskipun kita saat ini hidup dalam era modern dan globalisasi," demikian Rasid. ( Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan