Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) M Andi Faisal kembali mengingatkan kepada Dinas PU Kukar agar bekerja secara profesional dan mengedepankan kualitas pekerjaan yang dikerjakan, karena anggaran yang digelontorkan untuk satu kegiatan pembangunan yang dikerjakan Dinas PU Kukar cukup menghabiskan anggaran daerah yang tidak sedikit jumlahnya.
"Dibangun dengan biaya yang besar dengan APBD kita yang terseok-seok karena kita sadari anggaran kita diarahkan untuk memprioritaskan corona ini, seharusnya PU juga lebih teliti terutama fungsi pengawasan juga bisa diinternal itu lebih fokus," kata Andi Faisal kepada korankaltim.com, Minggu (19/9/2021).
Terlebih lagi kegiatan yang minim pengawasannya dilakukan oleh Dinas PU justru sebuah jembatan. Seperti diketahui bersama, kebanyakan fungsi jembatan baik di dalam desa atau antar kecamatan merupakan akses vital dan pendongkrak perekonomian masyarakat setempat.
Sehingga hal ini tentu sangat merugikan masyarakat apabila pembangunannya tidak diawasi secara serius dan profesional oleh Dinas PU. "Seperti akses jembatan desa yang beberapa waktu lalu di Sidak langsung oleh Ketua Dewan, itukan obyek vital satu-satunya akses lalu lintas warga, kalau itu putus kan akses menuju Bontang pasti terganggu. Kita akan mengaudit itu berapa sih sudah terbayarkan, dan sesuai atau tidak," ungkap Ical sapaan akrabnya.
Pihak Inspektorat juga diharapkan dengan terjadinya persoalan yang terjadi di Jembatan Desa Santan Tengah dan Desa Santan Ilir ini menjadikan kerja Inspektorat bisa lebih teliti lagi. "Jangan sampai terulang kembali. Ini baru satu kegiatan yang kita ketahui, belum kegiatan lainnya. Memang dalam hal ini kita akui teman-teman PU lah yang lemah," tegasnya.
Kemudian Politisi Golkar ini menekankan hal yang paling mendasar dan penting adalah dalam proses pelaksanaan APBD, sehingga harus dipercepat dalam tahapannya.
"Ada percepatan dalam pelaksanaannya, ini kebiasaan Kukar melelang itu di akhir-akhir tahun, apalagi kalau seperti jembatan, yang tidak semudah dibayangkan. Beda ketika kita membangun jalan yang dalam sebulan pun selesai, kalau jembatan kan terstruktur seperti bangunan, jadi lelangnya juga jangan di akhir tahun," demikian Ical.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan